Memuat...

Gaza Kembali Diguncang Tembakan dan Artileri, 'Israel' Bersikeras Tolak Penarikan Pasukan Sebelum Hamas Dilucuti

Zarah Amala
Senin, 10 Agustus 2026 / 27 Safar 1448 10:01
Gaza Kembali Diguncang Tembakan dan Artileri, 'Israel' Bersikeras Tolak Penarikan Pasukan Sebelum Hamas Dilucuti
Serangan udara 'Israel' di sebuah lingkungan di Kota Gaza Juli lalu (Getty)

GAZA (Arrahmah.id) - Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas setelah Dinas Ambulans dan Darurat Gaza melaporkan cederanya dua warga Palestina akibat tembakan pasukan pendudukan 'Israel' di luar wilayah kontrol militer di Jabalia, kawasan utara kantong palestina tersebut.

​Di waktu yang bersamaan, koresponden Al Jazeera melaporkan adanya gempuran artileri 'Israel' yang menyasar sejumlah titik di dalam zona kontrol militer 'Israel', meliputi Khan Yunis di selatan, Al-Bureij di wilayah tengah, hingga Beit Lahia di utara.

​Serangan ini meletus hanya berselang sehari setelah Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap dokumen "15 Poin" yang dirancang untuk melanjutkan implementasi kesepakatan penghentian perang di Gaza, Ahad (9/8/2026). Netanyahu bersikeras bahwa militer 'Israel' tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun sebelum gerakan Hamas dilucuti senjatanya secara total. Di sisi lain, Hamas menegaskan tetap berpegang pada hasil perundingan yang dimediasi oleh pihak ketiga.

​Sikap keras kepala 'Israel' ini kembali menyulut kekhawatiran mendalam di kalangan warga Palestina akan kembalinya gelombang pertempuran berskala besar, setelah sebelumnya sempat muncul optimisme berhati-hati terkait peluang perbaikan situasi kemanusiaan dan stabilisasi gencatan senjata.

Dari ranah politik, situs berita Axios melaporkan pernyataan seorang pejabat senior Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Gedung Putih tidak merasa terganggu atas penolakan terbuka Netanyahu tersebut. Washington menilai manuver itu sekadar bagian dari dinamika musim kampanye pemilu menjelang pemilihan Knesset (Parlemen 'Israel') yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

​"Kami tidak mempermasalahkan hal itu, selagi Netanyahu tetap melakukan apa yang kami minta, terutama terkait upaya menahan diri dari serangan-serangan besar di Gaza," ujar pejabat AS tersebut. Ia menambahkan bahwa Netanyahu sebelumnya telah berjanji kepada menantu sekaligus penasihat senior Presiden AS, Jared Kushner, untuk memberikan kesempatan bagi rencana Gaza dan membatasi agresinya guna membuka jalan bagi proses pelucutan senjata di wilayah tersebut.
​Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa militer 'Israel' kini secara bertahap mulai mundur ke arah yang disebut sebagai Garis Kuning, sementara Washington dan para mediator terus mendesak Hamas agar mulai merealisasikan komitmen perlucutan senjata. (zarahamala/arrahmah.id)