Memuat...

Gaza Kembali Diserang 'Israel', Ini Jawaban Trump

Hanoum
Kamis, 30 Oktober 2025 / 9 Jumadilawal 1447 04:29
Gaza Kembali Diserang 'Israel', Ini Jawaban Trump
Donald Trump. [Foto: FT]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata Gaza tidak terancam setelah rentetan serangan 'Israel' menewaskan sedikitnya 26 orang di wilayah tersebut. 'Israel' kembali membombardir Gaza setelah menuduh kelompok perlawanan Palestina Hamas melanggar gencatan senjata.

Dilansir Reuters (29/10/2025), Trump menyebut 'Israel' memiliki hak untuk menyerang balik jika diserang di wilayah Gaza.

Otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa gempuran terbaru yang melibatkan pesawat-pesawat militer 'Israel', pada Selasa (28/10), menewaskan sedikitnya 26 orang di beberapa wilayah Jalur Gaza.

"Sejauh yang saya pahami, mereka menembak seorang tentara 'Israel'," kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS Air Force One yang terbang dari Jepang ke Korsel, pada Rabu (29/10). Trump ditanya soal serangan terbaru 'Israel' di Gaza yang merenggut korban jiwa.

"Jadi, 'Israel' menyerang balik dan mereka seharusnya menyerang balik. Ketika itu terjadi, mereka seharusnya menyerang balik," ucapnya.

Mengenai gencatan senjata Gaza yang berlangsung selama tiga pekan terakhir, Trump meredakan kekhawatiran yang muncul.

"Tidak ada yang akan membahayakan (gencatan senjata Gaza)," tegasnya. "Anda harus memahami bahwa Hamas merupakan bagian yang sangat kecil dari perdamaian di Timur Tengah, dan mereka harus berperilaku baik," ujar Trump.

"Jika mereka (Hamas) baik, mereka akan senang, dan jika mereka tidak baik, mereka akan diakhiri, nyawa mereka akan diakhiri," tegas Trump.

Pernyataan senada disampaikan oleh Wakil Presiden AS JD Vance, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, yang menegaskan bahwa gencatan senjata Gaza masih bertahan meskipun 'Israel' kembali membombardir Jalur Gaza.

"Presiden mewujudkan perdamaian bersejarah di Timur Tengah, gencatan senjata masih berlaku. Bukan berarti tidak akan ada pertempuran kecil di sana dan di sini," kata Vance kepada wartawan di Washington DC.

"Kita mengetahui bahwa Hamas atau kelompok lainnya di Gaza menyerang seorang tentara (Israel). Kita memperkirakan 'Israel' akan membalas, tetapi saya pikir perdamaian yang diwujudkan Presiden akan tetap bertahan meskipun ada hal tersebut," ucapnya.

Militer 'Israel' menggempur Jalur Gaza pada Selasa (28/10), menyusul perintah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu "untuk segera melancarkan serangan dahsyat" setelah dia menuduh Hamas melanggar gencatan senjata Gaza.

Militer 'Israel' tidak menjelaskan alasan spesifik di balik serangan terbarunya itu, namun seorang pejabat militer Tel Aviv menyebut Hamas melanggar gencatan senjata dengan menyerang pasukan 'Israel' di area yang dikuasai pasukan Tel Aviv di Jalur Gaza.

Hamas membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan 'Israel' tersebut, dan menegaskan pihaknya tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata Gaza. (hanoum/arrahmah.id)