Memuat...

Tikus Serbu Pangkalan Militer Utama 'Israel' di Haifa, Infrastruktur Militer Memburuk

Zarah Amala
Jumat, 22 Mei 2026 / 6 Zulhijah 1447 11:15
Tikus Serbu Pangkalan Militer Utama 'Israel' di Haifa, Infrastruktur Militer Memburuk
Tikus bahkan ditemukan di dalam panci masak di pangkalan militer 'Israel'. [Getty]

HAIFA (Arrahmah.id) - Tikus dilaporkan telah menyerbu salah satu pangkalan pelatihan utama Angkatan Laut 'Israel' di kota Haifa. Insiden ini membongkar indikasi adanya pemburukan dan disfungsi tata kelola di dalam infrastruktur militer 'Israel', di tengah konsentrasi negara tersebut dalam melanjutkan operasi militer di Gaza, Lebanon, dan kawasan Timur Tengah lainnya.

Berdasarkan laporan media 'Israel' Ynet, sejumlah staf di pangkalan pelatihan Angkatan Laut Haifa, yang menampung sekitar 1.200 tentara, menyatakan bahwa kawanan tikus telah berkeliaran di area dapur, ruang pendingin, dan gudang penyimpanan makanan selama berbulan-bulan. Otoritas militer setempat dilaporkan gagal menangani keluhan tersebut secara memadai meskipun telah menerima laporan berulang kali dari para pekerja pangkalan.

Salah seorang pekerja dapur menggambarkan kondisi di dalam fasilitas militer tersebut sudah "membusuk dan terbuka". Ia mengeklaim bahwa tikus-tikus dapat masuk dengan mudah melalui lubang-lubang di dinding, saluran pendingin udara (AC), serta sistem pipa air yang sudah rusak.

"Salah satu momen paling mengejutkan yang saya saksikan adalah ketika menemukan seekor tikus berada di dalam panci masak saat kami sedang menyiapkan makanan untuk para tentara," ungkap pekerja tersebut.

Para staf juga melaporkan bahwa kawanan tikus telah menggogoti wadah-wadah makanan serta menyebar ke seluruh area penyimpanan logistik. Menyikapi kelalaian komando pangkalan, para pekerja mulai mendokumentasikan situasi tersebut setiap hari dengan memotret keberadaan tikus selama sif kerja pagi hari.

Beban Logistik Militer di Tengah Eskalasi Perang

Munculnya laporan pemburukan fasilitas ini terjadi di saat 'Israel' terus menguras puluhan miliar dolar dari kas perekonomian mereka untuk mendanai kampanye militer jangka panjang. Perang yang meluas di berbagai front tersebut dilaporkan telah memberikan tekanan berat pada sektor logistik dan infrastruktur pertahanan domestik 'Israel'.

Kota Haifa sendiri terus berada dalam status siaga tinggi sepanjang konfrontasi 'Israel' dengan kelompok Hizbullah dan Iran. Sebagai kota pesisir utara yang strategis, Haifa berulang kali menghadapi ancaman serangan rudal lintas batas dan berbagai insiden keamanan serius selama eskalasi regional berlangsung.

Di sektor politik, isu ini mencuat bersamaan dengan langkah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang terus mendorong konfrontasi baru dengan Iran, mengabaikan tekanan ekonomi dan politik domestik yang kian meningkat. Media 'Israel' pada Rabu malam (20/5/2026) melaporkan adanya ketegangan diplomatik antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump terkait penanganan masalah Iran; Trump dilaporkan lebih memilih melanjutkan jalur negosiasi, sementara Netanyahu tetap mendesak opsi eskalasi militer. (zarahamala/arrahmah.id)