Memuat...

Masjid Jogokaryan Kebanjiran Hewan Kurban, Dua Sapi Raksasa 1,1 Ton Jadi Perhatian Warga

Ameera
Selasa, 26 Mei 2026 / 10 Zulhijah 1447 20:03
Masjid Jogokaryan Kebanjiran Hewan Kurban, Dua Sapi Raksasa 1,1 Ton Jadi Perhatian Warga
Masjid Jogokaryan Kebanjiran Hewan Kurban, Dua Sapi Raksasa 1,1 Ton Jadi Perhatian Warga

YOGYAKARTA (Arrahmah.id) – Perayaan Hari Raya Iduladha 2026 di Masjid Jogokaryan berlangsung meriah dan penuh antusiasme warga.

Masjid yang berada di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta tersebut dipadati hewan kurban, dengan total sebanyak 78 ekor sapi kurban telah terdaftar hingga Selasa (26/5/2026).

Dari puluhan sapi kurban tersebut, dua ekor sapi berukuran jumbo menjadi pusat perhatian masyarakat. Kedua sapi jenis Belgia itu memiliki bobot masing-masing mencapai 1,1 ton dan diarak menuju area masjid.

Sapi raksasa tersebut diketahui berasal dari seorang pengusaha asal Jakarta. Kehadirannya langsung menarik perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong datang untuk melihat dari dekat ukuran sapi yang tidak biasa itu.

Tahun ini menjadi rekor baru bagi Masjid Jogokaryan dalam jumlah penerimaan sapi kurban. Jika pada Iduladha tahun lalu masjid menerima 65 ekor sapi, maka tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 78 ekor sapi kurban.

Ketua II Takmir Masjid Jogokaryan, Subhan Rizali Nur, mengatakan pihak masjid telah membuka pendaftaran hewan kurban sejak satu bulan lalu, baik untuk sapi maupun kambing.

“Untuk jumlah hewan kambing kurban, pihak masjid belum dapat memastikan karena pendaftaran kambing masih dibuka hingga esok pagi,” ujar Subhan di Yogyakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, pendistribusian daging kurban nantinya akan diprioritaskan untuk masyarakat sekitar masjid terlebih dahulu. Namun demikian, pihak masjid juga menerima ratusan permohonan distribusi daging kurban dari berbagai daerah.

“Kurang lebih ada 300 surat permohonan daging kurban yang masuk, dan sekitar 70 permohonan distribusi ke luar wilayah sudah kami setujui,” jelasnya.

Subhan menambahkan, apabila jumlah daging kurban melebihi kapasitas distribusi langsung, maka daging tersebut akan diolah menjadi produk olahan yang lebih tahan lama agar bisa dikirim ke luar daerah dengan aman.

“Jika nantinya daging kurban masih tersisa atau melebihi kapasitas, akan kami olah menjadi berbagai bahan olahan daging yang bersifat awet,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan agar distribusi daging kurban ke luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tetap berjalan lancar tanpa risiko daging menjadi basi atau rusak selama perjalanan.

(ameera/arrahmah.id)