Memuat...

Trump Hadiahi Parfum ke Presiden Suriah, Respons Asy Syaraa Jadi Sorotan

Hanoum
Kamis, 21 Mei 2026 / 5 Zulhijah 1447 05:09
Trump Hadiahi Parfum ke Presiden Suriah, Respons Asy Syaraa Jadi Sorotan
Presiden Suriah mengucapkan terima kasih atas hadiah parfum dari Donald Trump. [Foto: X]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah menerima hadiah parfum bermerek “Trump” dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih, Washington DC. Momen pemberian parfum tersebut menjadi sorotan internasional setelah video Trump menyemprotkan parfum kepada asy Syaraa viral di media sosial.

Dilansir Ynet News (20/5/2026), pertemuan antara Trump dan asy Syaraa berlangsung pekan ini di Oval Office sebagai bagian dari pembicaraan hubungan diplomatik baru antara Amerika Serikat dan pemerintahan Suriah pasca jatuhnya Bashar al-Assad. Dalam pertemuan tersebut, Trump menghadiahkan botol parfum “Victory 47 by Trump” kepada asy Syaraa sambil menyemprotkan parfum itu ke udara di hadapan media.

Tak lama setelah itu, asy Syaraa mengunggah ucapan terima kasih resmi kepada Trump melalui media sosial. Asy Syaraa mengatakan, “Kami berterima kasih kepada Presiden Donald Trump atas hadiah berharga ini.”

Reuters melaporkan parfum tersebut merupakan produk terbaru lini bisnis Donald Trump yang dipasarkan dengan nama “Victory 47”, merujuk pada nomor urut Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Produk itu dijual dengan harga ratusan dolar dan menjadi bagian dari berbagai merchandise resmi Trump menjelang kampanye politik terbarunya.

Video Trump yang menyemprotkan parfum kepadaasy Syaraa di Oval Office menjadi viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik. Sebagian pengguna media sosial menganggap momen itu lucu dan tidak biasa dalam diplomasi internasional, sementara lainnya mengkritiknya sebagai tindakan yang terlalu santai untuk pertemuan antar kepala negara.

Pertemuan Trump dan asy Syaraa sendiri menandai perubahan besar hubungan Washington dan Damaskus setelah bertahun-tahun ketegangan selama perang Suriah. Reuters sebelumnya melaporkan pemerintahan Trump mulai membuka komunikasi langsung dengan pemerintahan baru Suriah setelahasy Syaraa mengambil alih kekuasaan pasca tumbangnya rezim Assad pada akhir 2024.

Dalam konferensi pers terpisah, Donald Trump menyebut pertemuannya dengan asy Syaraa berjalan positif. Trump mengatakan, “Kami memiliki hubungan yang sangat baik dan ingin melihat Suriah menjadi stabil kembali.”

Sejumlah analis Timur Tengah menilai simbolisme hadiah parfum tersebut mencerminkan gaya diplomasi personal Donald Trump yang kerap menggunakan pendekatan informal dan media sosial untuk membangun hubungan politik internasional. Namun, langkah normalisasi hubungan AS dengan pemerintahan baru Suriah tetap menuai perhatian dan perdebatan di kawasan maupun Barat. (hanoum/arrahmah.id)