Memuat...

Usai Mendarat, Aktivis Gaza Flotilla Dipukul dan Diseret Polisi di Bandara Spanyol

Hanoum
Senin, 25 Mei 2026 / 9 Zulhijah 1447 11:44
Usai Mendarat, Aktivis Gaza Flotilla Dipukul dan Diseret Polisi di Bandara Spanyol
Seorang petugas polisi Basque di Spanyol utara mendakwa seorang anggota Global Sumud Flotilla saat kedatangan mereka di bandara Bilbao pada 23 Mei 2026. [Foto : Idurre ETXABURU / AFP via Getty Images ]

MADRID (Arrahmah.id) -- Empat aktivis Gaza flotilla dilaporkan dipukul, diseret di lantai, dan ditahan polisi Spanyol di Bandara Bilbao setelah dideportasi dari Israel. Insiden itu memicu kemarahan publik dan aksi protes di Spanyol, terutama setelah video bentrokan antara polisi dan para aktivis beredar luas di media sosial.

Dilansir Reuters (24/5/26), peristiwa tersebut terjadi saat para aktivis yang sebelumnya mengikuti misi kemanusiaan Freedom Flotilla kembali ke Spanyol pada Sabtu waktu setempat. Menurut laporan Reuters dan Euronews, sekelompok pendukung Palestina berkumpul di Bandara Bilbao untuk menyambut kedatangan para aktivis yang baru dideportasi Israel setelah kapal mereka dicegat di Laut Mediterania.

Ketegangan terjadi ketika polisi Spanyol mencoba mengendalikan kerumunan di area kedatangan internasional. Rekaman video menunjukkan aparat memukul sejumlah orang dengan tongkat polisi, menyeret beberapa aktivis di lantai bandara, lalu membawa mereka ke kendaraan polisi untuk ditahan sementara.

Salah satu aktivis yang ditahan mengatakan, “Kami baru keluar dari penahanan Israel, lalu diperlakukan kasar lagi setibanya di Spanyol.”

https://www.youtube.com/shorts/xGUAL0pMcvA

Polisi Spanyol menyatakan tindakan dilakukan karena sebagian demonstran dianggap mengganggu keamanan dan menolak instruksi aparat di bandara. Namun kelompok pendukung Palestina menuduh polisi menggunakan kekerasan berlebihan terhadap aktivis sipil yang baru kembali dari misi kemanusiaan.

Freedom Flotilla sendiri merupakan gerakan internasional yang mengirim kapal bantuan menuju Gaza untuk memprotes blokade Israel terhadap wilayah Palestina tersebut. Pekan ini, angkatan laut Israel mencegat sejumlah kapal flotilla dan menahan para aktivis sebelum akhirnya mendeportasi sebagian besar peserta ke negara asal masing-masing.

Pemerintah Israel juga ikut mengomentari insiden di Spanyol. Media Israel Jerusalem Post melaporkan pejabat Israel menuding sebagian negara Eropa bersikap “munafik” karena mengkritik perlakuan Israel terhadap aktivis flotilla namun justru terjadi bentrokan dengan polisi di Eropa sendiri.

Seorang juru bicara kelompok pendukung Palestina di Bilbao mengatakan, “Aktivis kemanusiaan diperlakukan seperti kriminal hanya karena membela Gaza.”

Insiden di Bilbao menambah panjang kontroversi internasional terkait pencegatan Freedom Flotilla oleh Israel dan perlakuan terhadap para aktivis pro-Palestina. Sejumlah organisasi HAM internasional kini mendesak investigasi terhadap tindakan aparat baik di Israel maupun Spanyol terkait dugaan penggunaan kekerasan terhadap aktivis sipil. (hanoum/arrahmah.id)