Memuat...

Purbaya Respons Anggaran Sapi Kurban Rp 100 Miliar dari APBN: “Saya Nggak Tahu Masalah Itu”

Ameera
Rabu, 27 Mei 2026 / 11 Zulhijah 1447 17:15
Purbaya Respons Anggaran Sapi Kurban Rp 100 Miliar dari APBN: “Saya Nggak Tahu Masalah Itu”
Purbaya Respons Anggaran Sapi Kurban Rp 100 Miliar dari APBN: “Saya Nggak Tahu Masalah Itu”

JAKARTA (Arrahmah.id) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kabar mengenai anggaran bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disebut mencapai sekitar Rp100 miliar pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci terkait penggunaan anggaran tersebut. Hal itu disampaikannya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

“Saya nggak tahu masalah itu. Saya cek, saya nggak tahu,” ujar Purbaya.

Ia kemudian meminta agar pertanyaan terkait sumber dan mekanisme anggaran tersebut dikonfirmasi langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Menurutnya, anggaran itu kemungkinan berada di bawah kewenangan Kemensetneg.

“Tanya Mensesneg. Saya rasa itu uang mereka sendiri,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk masyarakat di berbagai daerah pada perayaan Idul Adha tahun ini.

Bantuan tersebut disalurkan ke pemerintah daerah, pondok pesantren, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa anggaran pengadaan sapi kurban berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos bantuan kemasyarakatan Presiden.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan Presiden, bantuan kemasyarakatan Presiden. Kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” ujar Juri di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Juri, besaran anggaran dipengaruhi oleh harga sapi di masing-masing daerah, termasuk biaya distribusi dan pengadaan hewan kurban yang berbeda-beda di seluruh Indonesia.

(ameera/arrahmah.id)