GAZA (Arrahmah.id) – “Israel” mengklaim telah menargetkan sosok yang disebut sebagai “komandan baru” Izz ad-Din al-Qassam Brigades dalam serangan udara yang dilancarkan ke Gaza Strip.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz dalam pernyataan bersama mengatakan bahwa Israel Defense Forces (IDF) melakukan serangan yang menargetkan Muhammad ‘Awda, lansir Al Jazeera.
Menurut klaim “Israel”, ‘Awda merupakan tokoh penting dalam Hamas dan disebut sebagai salah satu perancang serangan 7 Oktober 2023. Ia juga dilaporkan pernah menjabat sebagai kepala intelijen militer Al-Qassam saat operasi tersebut berlangsung.
Media “Israel” mengutip sumber keamanan yang menyebut bahwa operasi tersebut “berhasil” dan menewaskan target. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Al-Qassam terkait klaim tersebut.
Di sisi lain, serangan udara “Israel” turut menghantam kawasan permukiman di wilayah barat Gaza, tepatnya di lingkungan Ar-Rimal. Sumber medis di Rumah Sakit Asy-Syifa melaporkan sedikitnya tiga warga gugur dan lebih dari 20 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Basal, menyatakan bahwa wilayah tersebut dibombardir secara intensif hingga menyerupai “sabuk api”, sementara tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan.
Koresponden di lapangan melaporkan bahwa cepatnya pengumuman dari pihak “Israel” menunjukkan adanya keyakinan tinggi terhadap keberhasilan operasi tersebut.
Menurut klaim “Israel”, Muhammad ‘Awda baru saja ditunjuk sekitar sepekan lalu sebagai pengganti Izz al-Din al-Haddad, yang sebelumnya juga diklaim gugur dalam serangan udara “Israel” di Gaza pada pertengahan bulan ini.
Dalam pernyataannya, Netanyahu dan Katz turut memuji operasi militer serta peran badan keamanan dalam negeri “Israel”, Shin Bet. Mereka juga menegaskan akan terus memburu pihak-pihak yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.
(Samirmusa/arrahmah.id)
