GAZA (Arrahmah.id) - Anggota Biro Politik sekaligus delegasi perunding faksi Hamas, Hossam Badran, menyatakan bahwa rangkaian pertemuan rekonsiliasi antar-faksi Palestina yang berlangsung di Kairo, Mesir, berjalan secara positif dan konstruktif. Badran mengonfirmasi telah tercapai kesepakatan nasional yang solid terkait peta jalan penerapan fase kedua dari proposal perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Kami terus melanjutkan pertemuan dengan para mediator (Mesir, Qatar, dan Turki) dengan semangat yang positif dan bertanggung jawab untuk menyukseskan putaran kali ini demi melindungi rakyat Palestina," ujar Badran dalam rilis resminya pada Kamis (11/6/2026). Ia menambahkan bahwa negosiasi ini telah menorehkan kemajuan nyata yang dapat menjadi pijakan kuat, seraya mendesak komunitas internasional untuk memaksa 'Israel' menghentikan pelanggaran dan mematuhi seluruh komitmen perjanjian secara penuh.
Kendati perundingan di Kairo menunjukkan sinyal positif, situasi di lapangan berbanding terbalik. Kementerian Kesehatan di Gaza merilis data mengerikan mengenai dampak pelanggaran gencatan senjata harian yang dilakukan oleh militer 'Israel' sejak kesepakatan gencatan senjata resmi berlaku pada 10 Oktober 2025.
Hingga Juni 2026, situasi kemanusiaan di lapangan terus memburuk dengan jatuhnya 981 warga Palestina yang gugur. Selain jatuhnya korban jiwa, serangan-serangan tersebut juga menyebabkan 3.111 orang mengalami cedera dalam berbagai tingkatan.
Sebagai catatan kritis, angka-angka akibat pelanggaran berkala ini semakin menambah akumulasi korban yang mengerikan sejak awal perang pada Oktober 2023, di mana total korban kini telah menembus angka 73.000 jiwa tewas dan lebih dari 173.000 orang luka-luka, situasi yang kian diperparah oleh hancurnya 90% infrastruktur sipil di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Dalam 24 jam terakhir, serangan pesawat nirawak dan artileri berat 'Israel' kembali memakan korban jiwa di beberapa titik konsentrasi sipil Jalur Gaza. Drone intai 'Israel' meluncurkan rudal ke wilayah Kamp Baru, utara Kamp Nuseirat. Serangan ini menewaskan Islam Hasan Saleh (40) dan melukai satu warga lainnya.
Seorang pemuda bernama Ubay Farwana tewas seketika di tempat setelah drone 'Israel' membidik langsung atap rumahnya di area Al-Maghribi, Jalan Al-Thalathini. Sementara di tempat terpisah, sebuah drone bunuh diri meledak di Jalan Kishko, lingkungan Al-Zaytoun, melukai dua warga sipil.
Sementara itu, tembakan tank 'Israel' di wilayah Atatra, barat Beit Lahia, menyebabkan seorang wanita kritis. Di saat yang sama, korvet perang Angkatan Laut Israel membombardir garis pantai Khan Yunis menggunakan meriam dan senapan mesin berat, berbarengan dengan hantaman artileri darat di sektor timur kota tersebut.
Upaya diplomatik di Kairo kini berkejaran dengan waktu dan intensitas serangan di lapangan. Para pengamat politik Timur Tengah menilai, solidnya posisi faksi-faksi Palestina dalam menerima rencana Trump akan menjadi ujian besar bagi kabinet Benjamin Netanyahu: apakah mereka akan tunduk pada draf perdamaian global tersebut atau terus melanjutkan operasi militer perimeter yang menggerogoti perjanjian gencatan senjata. (zarahamala/arrahmah.id)
