Memuat...

Hampir 1.200 Warga Afghanistan Gugur atau Terluka dalam Serangan Militer Pakistan yang Tak Pandang Bulu

Hanin Mazaya
Selasa, 28 Juli 2026 / 14 Safar 1448 18:46
Hampir 1.200 Warga Afghanistan Gugur atau Terluka dalam Serangan Militer Pakistan yang Tak Pandang Bulu
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Sebuah laporan baru dari organisasi hak asasi manusia Rawadari menyatakan bahwa 1.187 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur atau terluka akibat serangan udara dan rudal yang dilakukan oleh rezim militer Pakistan di seluruh provinsi Afghanistan, yaitu Khost, Paktia, Paktika, Nangarhar, Kunar, Kabul, Nuristan, Kandahar, dan Helmand antara Desember 2024 dan Juni 2026.

Laporan tersebut, berdasarkan wawancara dengan para korban, saksi mata, dan sumber lokal, menyatakan bahwa lebih dari 29.000 keluarga mengungsi selama periode tersebut akibat serangan-serangan itu.

Laporan menambahkan bahwa ratusan rumah, sekolah, pusat kesehatan, masjid, dan fasilitas umum lainnya hancur total atau sebagian.

Rawadari juga menyatakan bahwa setidaknya 300 pasien dan staf gugur dalam serangan Pakistan terhadap pusat pengobatan narkoba di Kabul, dan menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang, lansir Tolo News (28/7/2026).

Menurut laporan, serangan-serangan itu tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan harta benda, tetapi juga kesulitan psikologis, sosial, dan ekonomi jangka panjang. Ketakutan, pengungsian, gangguan pendidikan anak-anak, dan meningkatnya kemiskinan adalah beberapa konsekuensi utama yang disorot.

Organisasi tersebut mengatakan sebagian besar serangan dilakukan pada malam hari dan gagal membedakan antara target militer dan sipil, sehingga mengakibatkan banyak korban sipil dan kehancuran yang meluas.

Rawadari telah menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan serius untuk mengakhiri penderitaan warga sipil, meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab, dan mendukung para korban dan keluarga mereka.

Laporan mencatat bahwa serangan terbaru oleh rezim militer Pakistan terjadi bulan lalu di Paktia, Paktika, dan Kunar, di mana 36 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur dan lebih dari 163 lainnya terluka. (haninmazaya/arrahmah.id)