Memuat...

Netanyahu Tiba di Washington untuk Temui Trump, Tetapkan Garis Merah Soal Pengeluaran Uranium Iran

Zarah Amala
Selasa, 28 Juli 2026 / 14 Safar 1448 10:00
Netanyahu Tiba di Washington untuk Temui Trump, Tetapkan Garis Merah Soal Pengeluaran Uranium Iran
Trump dan Netanyahu saat pertemuan sebelumnya di Gedung Putih (Reuters)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu tiba di Washington pada hari ini (28/7/2026) untuk menemui Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan ini menandai dialog tatap muka pertama di antara kedua pemimpin sejak pecahnya konfrontasi langsung dengan Iran, di tengah penggodokan sejumlah garis merah oleh pihak keamanan 'Israel' jelang perundingan tersebut.

Berdasarkan laporan Channel 12 'Israel', Netanyahu dan tim keamanannya telah menyusun daftar tuntutan ketat yang akan dibawa ke hadapan Trump. Poin paling krusial dan sensitif bagi 'Israel' adalah desakan agar seluruh uranium yang telah diperkaya dikeluarkan dari Iran, di mana Tel Aviv menegaskan tidak akan memberi toleransi atau kompromi sedikit pun terkait hal tersebut.

Selain masalah nuklir, garis merah 'Israel' mencakup pertahanan atas kebebasan bertindak militer guna menumpas ancaman di berbagai front, mempertahankan zona bufer atau zona penyangga di perbatasan, serta menjaga keunggulan teknologi militer 'Israel'.

Lembaga pertahanan 'Israel' memperkirakan Presiden Trump akan melancarkan tekanan masif agar Israel menarik pasukannya dari zona bufer di perbatasan Lebanon dan Suriah. Kendati demikian, Tel Aviv dipastikan akan bersikeras mempertahankan posisi di area tersebut.

Di sisi lain, institusi pertahanan 'Israel' tetap mempertahankan status siaga tinggi. Mereka menilai peluang keberhasilan diplomasi dengan Iran tergolong rendah dan bersiap mengantisipasi kemungkinan eskalasi keamanan yang dapat memburuk secara cepat, menyusul jeda kampanye udara dua pekan yang sebelumnya dihentikan secara sepihak oleh Washington.

Kunjungan ini merupakan pertemuan kedelapan kalinya sejak Trump kembali menduduki Gedung Putih, sekaligus yang pertama sejak dimulainya kampanye militer gabungan AS-'Israel' terhadap Iran pada Februari lalu.

Dalam pernyataan videonya sebelum bertolak ke Amerika, Netanyahu menekankan perlunya bertindak tegas dan bijaksana di tengah situasi sulit ini demi mengamankan kepentingan nasional serta memperluas cakupan perdamaian regional.

Meski hubungan kedua pemimpin sempat diwarnai ketegangan, termasuk insiden percakapan telepon bernada tinggi pada Juni lalu di mana Trump melontarkan kritik tajam, pertemuan di Washington ini dinilai krusial bagi posisi politik domestik Netanyahu yang tengah menghadapi penurunan dukungan publik menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober mendatang, di tengah tren penyusutan dukungan bipartisan terhadap Israel di Amerika Serikat. (zarahamala/arrahmah.id)