Memuat...

Mark Ruffalo Murka kepada Netanyahu: "Kamu Pembunuh Gila, Tak Akan Lolos dari Keadilan"

Samir Musa
Selasa, 28 Juli 2026 / 14 Safar 1448 15:06
Mark Ruffalo Murka kepada Netanyahu: "Kamu Pembunuh Gila, Tak Akan Lolos dari Keadilan"
Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu. (Associated Press)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Aktor Amerika Serikat Mark Ruffalo melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, dengan menyebutnya sebagai "pembunuh gila" yang tidak akan pernah lolos dari keadilan.

Pernyataan itu disampaikan Ruffalo melalui akun resminya di platform X pada Senin (27/7/2026), menyusul sambutan Netanyahu atas pencopotan Jaksa Penuntut Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Karim Khan.

Ruffalo menegaskan bahwa pemecatan Khan tidak akan menghapus dugaan kejahatan perang yang dilakukan "Israel" di Jalur Gaza.

"Kamu tidak akan lolos dari keadilan, dan kamu tidak akan mampu mengubah sejarah. Kamu adalah pembunuh gila, Benjamin Netanyahu, dan sejarah akan selalu mengingatmu seperti itu," tulis Ruffalo.

Sebelumnya, pada Jumat (24/7), Majelis Negara-Negara Pihak dalam Mahkamah Pidana Internasional memutuskan memberhentikan Karim Khan dari jabatannya sebagai jaksa penuntut, setelah penyelidikan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap dirinya.

Menurut sumber diplomatik yang dikutip Anadolu Agency, pemungutan suara secara rahasia dilakukan dalam sidang khusus di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. Sebanyak 82 dari 125 negara anggota mendukung pemecatan Khan, sementara 13 negara menolak dan 15 lainnya abstain.

Berdasarkan Statuta Roma, pemberhentian jaksa penuntut memerlukan dukungan mayoritas absolut, yakni sedikitnya 63 suara. Dengan hasil tersebut, Karim Khan menjadi jaksa penuntut pertama yang diberhentikan sejak ICC didirikan pada 2002.

Mahkamah Pidana Internasional sendiri menghadapi tekanan yang semakin besar dari Amerika Serikat dan "Israel" setelah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan "Israel", Yoav Gallant, pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

Tak lama setelah surat perintah tersebut diterbitkan, Washington menjatuhkan sanksi kepada Karim Khan beserta sejumlah hakim dan pejabat ICC.

Meskipun Amerika Serikat dan "Israel" bukan anggota ICC, Negara Palestina telah meratifikasi Statuta Roma sejak 2015. Keanggotaan tersebut memberikan yurisdiksi kepada ICC untuk menyelidiki dan mengadili dugaan kejahatan yang terjadi di wilayah Palestina, tanpa memandang kewarganegaraan pelakunya.

Aktor Amerika Serikat Mark Ruffalo. (Getty Images)

Konsisten Menyuarakan Dukungan untuk Gaza

Mark Ruffalo dikenal sebagai salah satu figur publik Hollywood yang secara terbuka mendukung penghentian agresi "Israel" di Gaza.

Pada Oktober 2023, ia menandatangani surat terbuka Artists for Ceasefire bersama lebih dari 50 selebritas Hollywood yang mendesak Presiden Amerika Serikat saat itu, Joe Biden, agar menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.

Sebulan kemudian, Ruffalo kembali mengkritik pernyataan Netanyahu yang menyebut korban sipil sebagai "kerusakan tambahan" (collateral damage). Ia menegaskan bahwa nyawa warga sipil yang tidak bersalah tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka statistik.

Pada Maret 2024, Ruffalo mengenakan pin bertuliskan seruan gencatan senjata saat menghadiri ajang Academy Awards (Oscar). Bersama sejumlah aktor lainnya, ia memanfaatkan panggung tersebut untuk menyuarakan penolakan terhadap perang dan mengingatkan dunia akan krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.

Selain itu, Ruffalo juga menyerukan penghentian ekspor senjata Amerika Serikat ke "Israel" bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan seperti Oxfam America. Menurutnya, bantuan militer Amerika tidak boleh digunakan untuk mendukung pelanggaran hak asasi manusia.

Di luar isu Palestina, Ruffalo juga aktif menyuarakan berbagai isu kemanusiaan lainnya, termasuk perubahan iklim, keadilan rasial, serta pengembangan energi bersih melalui organisasi yang turut didirikannya.

(Samirmusa/arrahmah.id)