BAMAKO (Arrahmah.id) -- Helikopter militer Rusia dilaporkan ditembak jatuh di wilayah utara Mali saat mengawal konvoi pasukan pada Jumat (4/7/2026), dalam insiden yang diklaim dilakukan oleh koalisi Jama'at Nusrat al-Islam wal Muslimin (JNIM) dan Front Pembebasan Azawad (FLA).
Peristiwa itu menjadi pukulan terbaru bagi operasi militer Rusia melalui Africa Corps yang mendukung pemerintah junta Mali menghadapi kelompok bersenjata di kawasan Sahel.
Menurut klaim FLA, seperti dilansir Defence Blog (5/7), helikopter serang jenis Mi-24P (Hind) milik Africa Corps ditembak jatuh ketika memberikan perlindungan udara bagi konvoi militer di dekat Kota Gao.
Selain menghancurkan helikopter, kelompok bersenjata juga mengaku menyerang iring-iringan kendaraan militer menggunakan ranjau, drone, dan penyergapan bersenjata.
Hingga kini, pemerintah Mali maupun otoritas Rusia belum mengeluarkan rincian resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerugian akibat insiden tersebut.
Dalam pernyataannya, juru bicara Front Pembebasan Azawad (FLA) mengatakan, "Pasukan kami berhasil menjatuhkan helikopter musuh yang digunakan untuk mendukung operasi militer terhadap wilayah kami. Operasi ini merupakan bagian dari perlawanan terhadap kehadiran pasukan asing dan sekutunya di Mali."
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya koordinasi operasi antara FLA yang dipimpin kelompok Tuareg dan JNIM yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
Sejak April 2026, kedua kelompok beberapa kali melancarkan serangan gabungan terhadap pangkalan militer, konvoi, hingga kota-kota strategis di Mali, sehingga memperbesar tekanan terhadap pemerintah junta dan pasukan Africa Corps yang menggantikan peran Wagner Group. (hanoum/arrahmah.id)
