Memuat...

Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Warga Saudi Tewas di Ras Tanura

Hanoum
Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 06:11
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Warga Saudi Tewas di Ras Tanura
Foto ilustrasi [ Foto : X]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 14 warga negara Arab Saudi tewas setelah helikopter milik perusahaan energi Saudi Aramco jatuh di kawasan Ras Tanura, Provinsi Timur Arab Saudi, Minggu (28/6) pagi waktu setempat.

Otoritas Saudi menyatakan seluruh penumpang di dalam helikopter meninggal dunia, sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip Reuters (28/6/2026), kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat di Ras Tanura, kawasan pesisir Teluk Arab yang menjadi lokasi salah satu terminal ekspor minyak terbesar milik Saudi Aramco. Helikopter tersebut dioperasikan oleh Aramco untuk mendukung aktivitas perusahaan di sektor energi.

Hingga kini, belum ada indikasi bahwa insiden tersebut berkaitan dengan aksi kriminal maupun serangan terhadap fasilitas energi Saudi.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi seluruh korban merupakan warga negara Saudi. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan SPA, pemerintah menyebut tim investigasi telah dibentuk untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter.

"Kecelakaan tersebut merenggut nyawa seluruh 14 orang di dalam helikopter, yang seluruhnya merupakan warga negara Arab Saudi. Otoritas terkait telah memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan," demikian pernyataan Kementerian Energi Arab Saudi yang dikutip media pemerintah.

Peristiwa ini terjadi di Ras Tanura, pusat penting industri minyak Arab Saudi yang menjadi lokasi kilang dan terminal ekspor terbesar Saudi Aramco. Insiden itu juga berlangsung hanya beberapa hari setelah perusahaan kembali mengoperasikan pemuatan minyak mentah di terminal Ras Tanura, yang sebelumnya sempat dihentikan selama hampir empat bulan akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk. Aktivitas ekspor tersebut dilanjutkan menyusul perkembangan situasi regional yang dinilai lebih kondusif.

Hingga berita ini ditulis, Saudi Aramco belum mengeluarkan pernyataan terpisah mengenai identitas para korban maupun tujuan penerbangan helikopter tersebut. Perusahaan diperkirakan akan bekerja sama dengan otoritas penerbangan dan aparat terkait dalam proses investigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor teknis, cuaca, maupun unsur operasional lainnya.

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Selain menimbulkan duka bagi keluarga korban, peristiwa tersebut juga menjadi perhatian karena terjadi di jantung industri energi Saudi yang selama ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan minyak dunia.

Meski demikian, otoritas Saudi menegaskan operasional fasilitas minyak di Ras Tanura tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh kecelakaan helikopter tersebut. (hanoum/arrahmah.id)