KABUL (Arrahmah.id) - Menteri Pertahanan Imarah Islam Afghanistan (IIA) kembali ke Kabul pada Sabtu (30/5/2026) setelah berpartisipasi dalam Forum Keamanan Global 2026 yang diselenggarakan oleh Rusia.
Berbicara kepada wartawan di Bandara Internasional Kabul, Mohammad Yaqoob Mujahid mengatakan bahwa perjanjian yang ditandatangani dengan Rusia bukanlah pakta pertahanan atau keamanan, melainkan perjanjian kerja sama teknis-militer yang akan diimplementasikan antara Kabul dan Moskow dalam beberapa hari mendatang, lansir Tolo News (31/5).
“Sebagian besar peralatan militer Afghanistan buatan Rusia, termasuk helikopter, pesawat terbang, senjata, dan perangkat keras militer lainnya,” kata Mujahid. “Aset-aset ini membutuhkan perawatan, peningkatan, dan pengawasan. Oleh karena itu, kita harus mencapai kesepakatan dengan negara-negara yang memproduksinya. Dalam kerangka ini, kami menandatangani perjanjian pertama kami dengan Rusia agar kami dapat memanfaatkan peralatan Rusia yang sudah tersedia di Afghanistan dengan baik.”
Menteri pertahanan Imarah Islam juga berbicara tentang upaya untuk memperkuat sektor pertahanan negara, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan sesuai dengan kepentingan nasional Afghanistan dan seharusnya tidak menjadi sumber kekhawatiran bagi negara lain.
“Kebijakan kami adalah bahwa Afghanistan tidak menimbulkan ancaman bagi negara mana pun di dunia,” kata Mujahid. “Sebaliknya, perkembangan dan kemajuan di sektor militer ini dimaksudkan untuk mendukung kerja sama keamanan regional.”
Mengenai klaim pejabat Pakistan bahwa wilayah Afghanistan digunakan untuk melawan Pakistan, pejabat senior Imarah Islam tersebut mengatakan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mencegah pelanggaran wilayah udara Afghanistan oleh Pakistan.
“Mengenai keluhan Pakistan, mereka mungkin khawatir karena beberapa bulan yang lalu mereka mampu melakukan serangan udara di beberapa bagian Afghanistan dengan cukup percaya diri,” kata Mujahid. “Kami sedang berupaya untuk memastikan bahwa dalam waktu dekat mereka tidak akan lagi dapat melakukan tindakan seperti itu.”
Forum Keamanan Global 2026, yang dihadiri oleh pejabat keamanan dan pertahanan senior dari lebih dari 100 negara, diadakan di Moskow dari tanggal 26 hingga 29 Mei, dengan fokus pada tatanan dan keamanan global. Mohammad Yaqoob Mujahid memimpin delegasi Imarah Islam dalam acara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
