LONDON (Arrahmah.id) - Global Alliance for Palestine (GAFP) menyerukan organisasi masyarakat sipil, serikat pekerja, organisasi mahasiswa, dan jaringan hak asasi manusia di berbagai negara untuk menggelar aksi serentak di enam benua pada 10 Oktober 2026.
Aksi yang berlangsung dalam rangkaian mobilisasi 9–11 Oktober itu didukung Anti-Apartheid Movement (AAM) dan Global Coalition Against Occupation of Palestine (SANED). GAFP menyebut lebih dari 200 organisasi di lebih dari 60 negara telah bergabung dalam mobilisasi tersebut.
Menurut GAFP, aksi tersebut bertujuan menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, penegakan hukum internasional, serta penghentian atau pembatasan perdagangan senjata dengan 'Israel'.
Bentuk aksi akan beragam, mulai dari demonstrasi, aksi duduk, kegiatan budaya dan pendidikan, hingga aksi di sejumlah institusi pemerintah dan perusahaan yang oleh penyelenggara dikaitkan dengan rantai pasok militer 'Israel'.
Aksi dijadwalkan berlangsung di berbagai kota, antara lain London, Sydney, Cape Town, São Paulo, Rabat, Quito, Mexico City, Istanbul, Santiago, Reykjavík, Bangkok, Athena, dan Kuala Lumpur. Sejumlah kegiatan juga akan berlangsung selama beberapa hari, termasuk diskusi publik, pemutaran film, aksi mahasiswa, dan kegiatan solidaritas.
Sekretaris Jenderal GAFP, Dr. Anas Altikriti, mengatakan mobilisasi tersebut digelar untuk menuntut pertanggungjawaban internasional dan penghentian jalur pasokan militer ke 'Israel'.
“Setelah tiga tahun konflik di Gaza dan meningkatnya kekerasan pemukim yang didukung negara, kami berkumpul di seluruh benua untuk membela tanah Palestina, menghentikan kekerasan, menghentikan jalur pasokan militer, serta menegakkan hukum internasional,” kata Altikriti dalam pernyataan GAFP.
Selain aksi jalanan, GAFP juga menyerukan tekanan melalui jalur legislatif. Organisasi peserta didorong menghubungi anggota parlemen, meminta debat darurat dan mengajukan pertanyaan terkait ekspor senjata serta kebijakan perdagangan dengan 'Israel'.
Sejumlah organisasi yang disebut ikut dalam mobilisasi antara lain Stop the War Coalition dan Campaign for Nuclear Disarmament di Inggris, Federation of Palestinian Entities of Latin America, Australian Palestine Advocacy Network, Viva Palestina Malaysia, MyCare, CODEPINK, Labor for Palestine, serta Palestine Solidarity Alliance di Afrika Selatan. (zarahamala/arrahmah.id)
