Memuat...

Imbas Kebocoran Radiasi Serius di California, CEO Bolt Pecat Masif Divisi HR

Zarah Amala
Selasa, 26 Mei 2026 / 10 Zulhijah 1447 10:32
Imbas Kebocoran Radiasi Serius di California, CEO Bolt Pecat Masif Divisi HR
CEO Bolt pecat staf HR (Foto: tangkapan video)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Dunia bisnis dan keamanan internasional pekan ini dihebohkan oleh dua peristiwa besar di Amerika Serikat. Perusahaan teknologi finansial Bolt mengambil langkah radikal dengan memecat hampir seluruh staf Mover Sumber Daya Manusia (HR), sementara otoritas California mendeklarasikan status tanggap darurat akibat kebocoran bahan kimia berbahaya yang memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

Ryan Breslow, CEO sekaligus pendiri perusahaan FinTech Bolt, resmi memangkas mayoritas staf divisi HR dan sepertiga total karyawan perusahaan. Kebijakan ekstrem ini diambil Breslow dengan alasan bahwa tim HR di perusahaannya kerap mengada-ada dan menciptakan masalah internal yang pada dasarnya tidak pernah ada.

Breslow mendirikan Bolt saat masih berstatus mahasiswa hingga valuasinya menembus 11 miliar dolar AS pada 2022. Namun, setelah ia sempat melepas jabatannya pada tahun yang sama, nilai pasar perusahaan anjlok hingga 97% ke angka 300 juta dolar AS. Hal ini mendorong Breslow kembali mengambil alih kursi CEO pada tahun lalu.

Pasca-kembali memimpin, Breslow menghapus kebijakan populer seperti 4 hari kerja sepekan dan cuti tanpa batas untuk mengembalikan budaya kerja lean (ramping) khas startup. Karena 99% karyawan dinilai gagal beradaptasi dengan budaya ketat yang baru, Breslow memilih merombak total jajaran kepemimpinan dan menyisakan sekitar 100 karyawan saja.

"Kami memiliki tim HR yang selalu memicu masalah yang sebenarnya tidak ada. Begitu mereka saya rumahkan, masalah-masalah itu langsung lenyap," ujar Breslow dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa langkah ini diperlukan untuk mengeliminasi karyawan yang merasa memiliki hak istimewa (entitled) namun tidak bekerja keras.

California Deklarasikan Status Darurat Usai Kebocoran Kimia Berbahaya

Dari sektor keamanan lingkungan, pemerintah negara bagian California resmi mengumumkan status darurat menyusul insiden kebocoran bahan kimia konsentrasi tinggi dari tangki penyimpanan di sebuah pabrik lokal. Otoritas setempat mengkhawatirkan adanya risiko ledakan hebat serta penyebaran uap beracun (toxic fumes) yang dapat meluas ke zona pemukiman.

Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, petugas penyelamat telah mengevakuasi lebih dari 50.000 warga sipil ke tempat yang aman. Radius zona evakuasi juga terus diperluas seiring meningkatnya fluktuasi bahaya di sekitar lokasi kejadian, dibarengi dengan pembukaan pusat-pusat penampungan darurat oleh pemerintah daerah. (zarahamala/arrahmah.id)