Memuat...

Iran: Kapal Mana pun yang Melewati Selat Hormuz, akan Menjadi Target

Hanin Mazaya
Ahad, 19 April 2026 / 2 Zulkaidah 1447 08:31
Iran: Kapal Mana pun yang Melewati Selat Hormuz, akan Menjadi Target
(Foto: Getty Images/U.S Navy)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Selat Hormuz ditutup dan setiap kapal yang mencoba melewati jalur air tersebut akan menjadi sasaran, sebuah perubahan dramatis kurang dari 24 jam setelah jalur pelayaran penting itu dibuka kembali.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Mahasiswa Iran, angkatan laut IRGC mengatakan pada Sabtu (18/4/2026) bahwa selat tersebut akan ditutup sampai Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Iran. Dikatakan bahwa blokade tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung dalam perang AS-Israel di Iran, lansir Al Jazeera (19/4).

“Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia dan Laut Oman, dan mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” demikian pernyataan tersebut.

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran dan negosiator senior dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran tentang pengakhiran perang, mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa “Selat Hormuz berada di bawah kendali Republik Iran”.

“Amerika telah menyatakan blokade selama beberapa hari sekarang. Ini adalah keputusan yang ceroboh dan bodoh,” tambahnya.

Penegasan kembali kendali tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Iran sempat membuka kembali selat tersebut, sejalan dengan gencatan senjata 10 hari antara "Israel" dan Lebanon. Harga minyak turun di pasar global setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Jumat bahwa jalur air tersebut “sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial.”

Lebih dari selusin kapal komersial melewati jalur air tersebut sebelum IRGC membalikkan haluan.

Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), kapal-kapal perang Iran dilaporkan menembaki dua kapal dagang pada Sabtu. Kementerian Luar Negeri India juga mengatakan bahwa dua kapal berbendera India terlibat dalam "insiden penembakan" di selat Hormuz.

Beberapa kapal dagang di wilayah tersebut menerima pesan radio dari Angkatan Laut IRGC, yang memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melewati selat tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Teheran tidak dapat memeras Washington dengan menutup jalur air tersebut dan memperingatkan bahwa ia akan mengakhiri gencatan senjata jika kesepakatan sebelum berakhirnya, pada Rabu, tidak tercapai. Trump menambahkan bahwa blokade angkatan laut akan "tetap berlaku penuh".

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan angkatan laut siap untuk memberikan "kekalahan pahit baru" kepada musuh-musuhnya.  (haninmazaya/arrahmah.id)