Memuat...

Turki Dorong Mesir Gabung Pakta Mekkah

Hanoum
Senin, 10 Agustus 2026 / 27 Safar 1448 04:17
Turki Dorong Mesir Gabung Pakta Mekkah
Pakta Mekkah ditandatangani Turki, Arab SAudi, dan Pakistan. [Foto: AFP]

ANKARA (Arrahmah.id) -- Turki mendorong Mesir bergabung dengan Pakta Pertahanan Mekkah, aliansi pertahanan yang baru dibentuk oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan Kairo berpotensi menjadi anggota berikutnya setelah pengaturan teknis aliansi tersebut diselesaikan.

Pakta yang dikenal sebagai Makkah Joint Defence Agreement itu ditandatangani oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Salah satu prinsip utamanya adalah bahwa serangan terhadap satu anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Fidan menyebut mekanisme tersebut secara teknis menyerupai Pasal 5 NATO, meski ia menegaskan pakta itu bukan aliansi yang ditujukan terhadap negara tertentu, termasuk Iran.

Fidan mengatakan, seperti dilansir Reuters (9/8/2026), Turki berharap Mesir ikut bergabung dalam kerangka tersebut. Menurutnya, selain Mesir, terdapat negara lain yang juga menunjukkan minat terhadap perluasan kerja sama pertahanan tersebut. Namun, keputusan Kairo untuk bergabung belum menjadi keputusan final dan masih memerlukan pembahasan mengenai aspek teknis serta komitmen pertahanannya.

“Kami memperkirakan Mesir akan bergabung dengan pakta tersebut setelah pengaturan teknis selesai,” kata Hakan Fidan, sebagaimana dikurip Reuters. Fidan juga menyebut perluasan pakta sebagai bagian dari upaya membangun mekanisme keamanan regional yang lebih kuat.

Bagi Mesir, keterlibatan dalam pakta tersebut akan memiliki arti strategis karena negara itu memiliki salah satu kekuatan militer terbesar di kawasan serta posisi geografis penting yang menghubungkan Laut Mediterania, Laut Merah, dan Timur Tengah.

Pembentukan pakta juga berlangsung ketika negara-negara Timur Tengah menghadapi ketidakstabilan keamanan, termasuk konflik regional dan ancaman terhadap jalur pelayaran Laut Merah.

Fidan sebelumnya menyatakan Turki ingin berperan dalam upaya internasional menjaga keamanan pelayaran di kawasan tersebut dari serangan kelompok Houthi. (hanoum/arrahmah.id)