Memuat...

Nigeria Bebaskan 308 Sandera dalam Operasi Terbesar

Hanoum
Senin, 10 Agustus 2026 / 27 Safar 1448 04:32
Nigeria Bebaskan 308 Sandera dalam Operasi Terbesar
Operasi penyelamatan sandera di Nigeria membebaskan 308 korban penculikan dari hutan setelah penculikan terpisah di negara bagian Kwara dan Niger. [Foto: The Morning Telegraph]

ABUJA (Arrahmah.id) -- Pasukan keamanan Nigeria membebaskan 308 orang yang diculik dalam operasi gabungan di wilayah utara negara itu, sebuah operasi yang disebut Presiden Bola Tinubu sebagai penyelamatan terbesar dalam satu hari yang pernah dilakukan tim keamanan gabungan Nigeria. Para korban ditemukan di kawasan hutan Kainji Lake National Park, Negara Bagian Niger, setelah berbulan-bulan berada dalam penyanderaan kelompok bersenjata.

Dilasnir The Morning Telegraph (9/8/2026), operasi tersebut diumumkan pada Rabu (5/8) setelah pasukan militer, kepolisian dan badan intelijen Nigeria menjalankan operasi berbasis informasi intelijen. Dari 308 korban yang diselamatkan, 163 orang berasal dari komunitas Woro di Distrik Kaiama, Negara Bagian Kwara, sedangkan 145 lainnya terutama berasal dari sejumlah komunitas di Negara Bagian Niger.

Kelompok dari Woro telah menjadi korban penculikan sejak Februari 2026, ketika kelompok bersenjata menyerang komunitas tersebut. Serangan itu juga menewaskan sedikitnya 170 orang, menurut laporan Reuters. Para korban kemudian dibawa ke kawasan hutan yang luas dan sulit dijangkau, yang selama ini digunakan kelompok bersenjata untuk menyembunyikan para sandera dan menghindari operasi aparat.

Presiden Nigeria Bola Tinubu memuji koordinasi antarlembaga keamanan dalam operasi tersebut. Ia mengatakan keberhasilan penyelamatan menunjukkan peningkatan kemampuan aparat dalam menggunakan informasi intelijen dan bekerja secara terpadu.

“Pelaksanaan operasi berbasis intelijen ini menunjukkan semakin efektifnya dan semakin eratnya kerja sama di antara lembaga-lembaga keamanan kita,” kata Bola Tinubu, seperti dikutip dalam laporan mengenai operasi tersebut.

Pemerintah Nigeria belum mengungkap secara rinci bagaimana pasukan menemukan lokasi para sandera maupun apakah terjadi baku tembak dengan kelompok penculik.

Pemerintah juga belum menyebutkan apakah ada tersangka yang ditangkap dalam operasi tersebut. Tidak ada pula konfirmasi resmi mengenai pembayaran uang tebusan untuk membebaskan para korban.

Setelah dibebaskan, para korban mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis sebelum nantinya dipertemukan kembali dengan keluarga masing-masing. Pembebasan tersebut mengakhiri ketidakpastian selama berbulan-bulan bagi keluarga korban, tetapi sekaligus kembali menyoroti persoalan penculikan massal yang masih menjadi ancaman serius di Nigeria.

Penculikan untuk memperoleh uang tebusan terus terjadi di sejumlah wilayah Nigeria, terutama di kawasan utara dan tengah. Selain kelompok kriminal yang dikenal sebagai bandits, Nigeria juga menghadapi ancaman pemberontakan kelompok bersenjata Islamis di timur laut, termasuk Boko Haram dan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Nigeria juga melakukan sejumlah operasi penyelamatan terhadap korban penculikan.

Keberhasilan membebaskan 308 orang menjadi capaian penting bagi pemerintahan Tinubu di tengah tekanan untuk memperbaiki keamanan nasional. Namun, pemerintah masih menghadapi pertanyaan mengenai bagaimana kelompok bersenjata dapat menculik ratusan orang dan membawa mereka ke kawasan hutan tanpa segera terdeteksi aparat.

Tinubu sendiri telah meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan pasukan keamanan. Sehari sebelum pengumuman penyelamatan 308 sandera, ia menyetujui kenaikan gaji hingga 80 persen bagi personel angkatan bersenjata, sebagai bagian dari upaya meningkatkan moral pasukan yang berada di garis depan menghadapi berbagai ancaman keamanan. (hanoum/arrahmah.id)