Memuat...

IRGC Tidak akan Membuka Selat Hormuz tanpa AS Penuhi Tuntutan Teheran

Zarah Amala
Senin, 10 Agustus 2026 / 27 Safar 1448 12:24
IRGC Tidak akan Membuka Selat Hormuz tanpa AS Penuhi Tuntutan Teheran
Teheran bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz setelah perang [Getty]

TEHERAN (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusioner (IRGC) Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi daftar tuntutan komprehensif, termasuk pembayaran ganti rugi perang.

​Pernyataan ini mengonfirmasi blokade efektif yang terus diberlakukan Teheran di jalur energi vital tersebut, yang belakangan telah mengguncang pasar global dan melonjakkan harga komoditas.

​Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya telah merinci sejumlah syarat pembukaan selat, di antaranya penghentian perang di seluruh front, pencabutan kontra-blokade pelabuhan Iran oleh AS, pencabutan sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta kompensasi atas kerusakan masa perang. Syarat-syarat tersebut sejalan dengan kesepakatan damai Juni lalu yang mencakup pembentukan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar untuk Iran.

​"Strategi kami adalah mempertahankan blokade sampai musuh menerima semua syarat kami... selat kini benar-benar menjadi teater perang bagi kami, bukan sekadar jalur air," demikian pernyataan resmi IRGC.

Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga yang berdampak langsung pada pemilih di Amerika Serikat, menciptakan tantangan politik bagi Presiden Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu bulan November mendatang.

​Kendati demikian, dalam wawancara dengan Axios, Trump mengaku mengambil pendekatan yang tenang dan memilih mengandalkan tekanan ekonomi ketimbang konvergensi militer langsung.

​"Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka," ujar Trump. "Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi mereka yang masif dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang... Ini seperti permainan catur, semuanya akan beres."

​Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran sejauh ini hanya saling bertukar pesan dengan AS melalui perantara. Terkait administrasi selat, Araghchi menyebutkan bahwa diskusi dengan Oman mengenai pengaturan navigasi dan pengelolaan masa depan selat kini telah mendekati tahap akhir. (zarahamala/arrahmah.id)