Memuat...

Video Dokumenter Al-Qassam Ungkap Peran Vital Al-Biari, Otak di Balik Serbuan Pos Militer Erez pada 7 Oktober

Zarah Amala
Senin, 10 Agustus 2026 / 27 Safar 1448 11:31
Video Dokumenter Al-Qassam Ungkap Peran Vital Al-Biari, Otak di Balik Serbuan Pos Militer Erez pada 7 Oktober
Brigade Al-Qassam mengungkap pendiri "elit" dan dalang di balik pengambilalihan penyeberangan Erez (Telegram: Brigade Al-Qassam)

GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), merilis video dokumenter yang mendedikasikan penghormatan kepada Komandan Ibrahim Ahmad Al-Biari, pemimpin Batalyon Syahid Fawzi Abu al-Qara di wilayah utara Jalur Gaza, yang gugur sebagai syahid pada akhir Oktober 2023.

​Video tersebut menayangkan rekaman bersejarah detik-detik ketika para pejuang Al-Qassam menyerbu pos militer Erez pada pagi hari 7 Oktober 2023. Selain itu, dokumentasi ini memperlihatkan sesi pelatihan intensif yang dipimpin langsung oleh Al-Biari guna mempersiapkan operasi "Banjir Al-Aqsha" (Tufan Al-Aqsha).

Dalam rekaman tersebut, Al-Biari tampak menginstruksikan anak buahnya untuk menerapkan latihan taktis secara presisi, mulai dari teknik serbuan langsung, cara melumpuhkan kendaraan militer, hingga penyergapan di menara pengawas musuh, taktik yang kemudian sukses diterapkan dalam pertempuran darat.

Jejak langkah Al-Biari dalam struktur militer Hamas terbilang monumental. Ia merupakan tokoh yang mendirikan Batalyon Pasukan Elite (Nukhbah) Al-Qassam di wilayah utara Gaza yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014.

​Setahun berselang, pada 2015, ia mendirikan Pos Militer Palestina tepat di samping perbatasan dan pos lintas batas Erez 'Israel', menjadikannya titik terdekat dengan wilayah pendudukan. Al-Biari juga menggagas pendirian pos pengamatan "Al-Fateh" di titik terluar perbatasan. Meskipun pos tersebut sempat dihancurkan oleh militer 'Israel' pada 2022, ia berhasil membangunnya kembali dalam kurun waktu 24 jam. Pos-pos pengamatan inilah yang berfungsi mengumpulkan data intelijen krusial mengenai pergerakan pasukan dan sistem benteng 'Israel', yang kemudian menjadi fondasi strategis bagi keberhasilan operasi penyeberangan perbatasan.

Sebagai perencana utama, Al-Biari menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melatih, mempersenjatai, dan mendukung logistik pasukan elite secara rahasia. Ia memimpin langsung puluhan simulasi penyerbuan pangkalan militer sebelum akhirnya memimpin jalannya operasi penyerbuan pos Erez pada 7 Oktober pagi, di mana para pejuang berhasil menjebol dinding pembatas dan berhadapan langsung dengan personel Shin Bet dan militer 'Israel' di lokasi.

​Dokumentasi ini turut merekam kebersamaan Al-Biari dengan sejumlah tokoh militer terkemuka yang telah gugur, seperti Ahmed al-Ghandour, Ahmed al-Jabari, Marwan Issa, dan Ayman Nofal, serta sejumlah pimpinan lapangan lainnya seperti Mohammed Sinwar, Raafat Salman, Mohammed Ouda, dan juru bicara militer Abu Oubaida.

​Di sisi lain, militer 'Israel' pada hari kematian Al-Biari mengeluarkan pernyataan resmi yang menuduhnya sebagai dalang utama pertempuran di Gaza utara dan mengklaimnya bertanggung jawab atas rentetan serangan roket ke wilayah 'Israel' selama dua dekade terakhir. Militer Israel juga menudingnya terlibat dalam perencanaan serangan bersejarah terhadap pelabuhan Ashdod pada 2004 silam, yang menandai akhir dari perjalanan panjang seorang komandan yang paling diburu oleh Tel Aviv. (zarahamala/arrahmah.id)