Memuat...

Iran Tetapkan Pemakaman Khamenei, Prosesi Dimulai 4 Juli

Hanoum
Senin, 15 Juni 2026 / 30 Zulhijah 1447 06:30
Iran Tetapkan Pemakaman Khamenei, Prosesi Dimulai 4 Juli
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara di Teheran pada awal kampanye udara AS dan Israel [Foto : Reuters]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Pemerintah Iran mengumumkan bahwa rangkaian upacara kenegaraan untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Syiah Iran, Ali Khamenei, akan dimulai pada 4 Juli 2026 dan berakhir dengan pemakamannya pada 9 Juli di Kota Mashhad. Pengumuman tersebut disampaikan lebih dari empat bulan setelah Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan 'Israel' pada akhir Februari lalu, yang memicu perang besar di kawasan Timur Tengah.

Dilansir Reuters (14/6/2026), media pemerintah Iran melaporkan bahwa prosesi penghormatan terakhir akan diawali di Teheran pada 4 Juli, dilanjutkan dengan sejumlah acara keagamaan dan kenegaraan selama beberapa hari. Pada 7 Juli, upacara khusus akan digelar di Kota Qom, salah satu pusat keagamaan Syiah terpenting di Iran, sebelum jenazah Khamenei dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli. Kota tersebut merupakan kampung halaman Khamenei sekaligus lokasi Makam Imam Reza yang menjadi salah satu situs suci utama bagi umat Syiah.

Penundaan pemakaman selama lebih dari 100 hari terbilang tidak lazim dalam tradisi Islam yang umumnya mendorong pemakaman dilakukan sesegera mungkin setelah kematian. Namun, pemerintah Iran menyebut kondisi perang, situasi keamanan, dan persiapan rangkaian upacara kenegaraan sebagai alasan utama penjadwalan tersebut.

Ali Khamenei memimpin Iran selama hampir 37 tahun sejak 1989 dan menjadi figur paling berpengaruh dalam sistem politik Republik Iran. Ia tewas pada 28 Februari 2026 ketika serangan udara Amerika Serikat dan 'Israel' menghantam sejumlah target strategis di Teheran, termasuk kompleks tempat tinggalnya. Kematian Khamenei kemudian dikonfirmasi oleh berbagai media internasional dan memicu proses transisi kepemimpinan di Iran.

Setelah wafatnya Khamenei, Majelis Ahli Iran memilih putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Proses pergantian kepemimpinan berlangsung di tengah konflik regional yang menyebabkan ribuan korban dan meningkatkan ketegangan antara Iran, 'Israel', serta Amerika Serikat.

“Upacara pemakaman akan dimulai pada 4 Juli di Teheran dan berakhir dengan pemakaman di Mashhad pada 9 Juli,” demikian pernyataan media pemerintah Iran yang dikutip Reuters.

Menurut laporan Reuters, Al Jazeera, dan sejumlah media Timur Tengah lainnya, rangkaian upacara akan menjadi salah satu prosesi kenegaraan terbesar dalam sejarah modern Iran. Pemerintah diperkirakan mengerahkan pengamanan ketat mengingat tingginya sensitivitas politik dan keamanan pasca-konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pengumuman jadwal pemakaman juga muncul ketika muncul laporan mengenai upaya diplomatik baru antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri ketegangan yang tersisa setelah perang. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, bahkan menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati kerangka perdamaian awal yang diperkirakan akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

Prosesi pemakaman Khamenei diperkirakan akan dihadiri pejabat tinggi Iran, pemuka agama Syiah dari berbagai negara, serta delegasi asing yang memiliki hubungan dekat dengan Teheran. Selain menjadi momen penghormatan bagi pemimpin yang memimpin Iran selama hampir empat dekade, acara tersebut juga akan menjadi simbol penting dari transisi politik terbesar yang dialami Republik Iran sejak wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989. (hanoum/arrahmah.id)