Memuat...

'Israel' Angkut Jutaan Ton Puing Gaza Keluar untuk Sembunyikan Bukti Kejahatan Perang

Zarah Amala
Rabu, 5 Agustus 2026 / 22 Safar 1448 10:30
'Israel' Angkut Jutaan Ton Puing Gaza Keluar untuk Sembunyikan Bukti Kejahatan Perang
Dilaporkan sekitar 400 unit alat berat dioperasikan oleh kontraktor sipil untuk merobohkan bangunan, meratakan tanah, dan membersihkan puing-puing dari lokasi kejadian. [Getty]

GAZA (Arrahmah.id) - Lembaga hak asasi manusia Euro-Med Human Rights Monitor menuding pasukan 'Israel' berupaya menyembunyikan bukti-bukti kejahatan perang di Jalur Gaza dengan memindahkan jutaan ton puing bangunan dari wilayah tersebut.

Dalam laporan yang dirilis Senin (3/8/2026), Euro-Med menyebutkan bahwa tentara bersama kontraktor swasta telah membersihkan setidaknya 10 juta ton puing dari dua pertiga wilayah Gaza yang saat ini berada di bawah kendali militer 'Israel'.

Berdasarkan pemantauan organisasi tersebut, hampir 100 truk terlihat meninggalkan Gaza setiap harinya untuk mengangkut puing-puing ke lokasi yang dirahasiakan di 'Israel' dan Tepi Barat yang diduduki. Operasi pembersihan ini melibatkan sekitar 400 alat berat yang dioperasikan oleh kontraktor sipil untuk meratakan bangunan, menggusur tanah, dan menyingkirkan sisa-sisa kehancuran.

"Pemindahan puing secara sistematis dengan kecepatan seperti ini bertujuan menyembunyikan bukti-bukti kejahatan mengerikan yang dilakukan Israel di Gaza, khususnya yang berkaitan dengan genosida, seperti eksekusi ringkas dan pembunuhan terhadap warga sipil tak bersenjata," ujar pihak Euro-Med.

Lembaga tersebut menekankan bahwa situs-situs kehancuran tersebut memerlukan pemeriksaan cermat dan investigasi kriminal mendalam sebelum ada intervensi apa pun yang dapat mengubah atau menghapus karakteristik aslinya. Euro-Med memperingatkan bahwa operasi ini berpotensi merusak secara permanen bukti-bukti kejahatan yang tengah diselidiki oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Sejak Oktober 2023, kampanye militer 'Israel' telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza menjadi lautan puing akibat ribuan serangan udara dan peledakan terkontrol yang menghapus seluruh kota dari peta.

Berdasarkan penilaian kerusakan bersama yang diterbitkan oleh PBB, Bank Dunia, dan Uni Eropa pada April lalu, total volume puing di Gaza diperkirakan mencapai lebih dari 68 juta ton. Militer 'Israel' tercatat telah menghancurkan atau merusak lebih dari 80% dari seluruh struktur bangunan di Jalur Gaza, termasuk lebih dari tiga perempat total rumah penduduk.

Laporan penilaian yang sama memproyeksikan biaya rekonstruksi Gaza akan menelan lebih dari US$71 miliar, dengan estimasi dana sebesar lebih dari US$1,7 miliar yang hanya dibutuhkan khusus untuk membersihkan tumpukan puing bangunan. (zarahamala/arrahmah.id)