Memuat...

"Israel" Cegat Flotilla Bantuan ke Gaza, Dua Wartawan Indonesia Dilaporkan Ditahan di Perairan Internasional

Ameera
Senin, 18 Mei 2026 / 2 Zulhijah 1447 21:42
"Israel" Cegat Flotilla Bantuan ke Gaza, Dua Wartawan Indonesia Dilaporkan Ditahan di Perairan Internasional
"Israel" Cegat Flotilla Bantuan ke Gaza, Dua Wartawan Indonesia Dilaporkan Ditahan di Perairan Internasional

JAKARTA (Arrahmah.id) - Sekelompok warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza dilaporkan dicegat dan ditahan oleh pasukan "Israel" saat berlayar di perairan internasional, Senin pagi waktu Turki.

Dalam rombongan tersebut terdapat sedikitnya dua wartawan media nasional.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengatakan terdapat sembilan relawan asal Indonesia yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

Dua di antaranya merupakan jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” kata Andi dalam pernyataan resminya, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan keselamatan para relawan dan wartawan Indonesia menjadi perhatian serius.

Menurutnya, rombongan tersebut berlayar dengan membawa bantuan logistik dan semangat solidaritas untuk rakyat Palestina di Gaza. Sementara para jurnalis menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.

Andi menilai tindakan "Israel" terhadap para relawan dan wartawan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.

“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia, dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” ujarnya.

Peristiwa tersebut juga telah dikonfirmasi kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna meminta keterangan dan langkah diplomatik terkait penahanan para WNI tersebut.

Di sisi lain, Republika menyiarkan sebuah video yang memperlihatkan salah satu wartawannya, Bambang Noroyono, menyampaikan pesan setelah kapal mereka dicegat.

Dalam video yang diunggah melalui Instagram, Bambang tampak mengenakan jaket hitam sambil mengacungkan paspor Indonesia.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” ujar Bambang dalam video tersebut.

“Saya meminta agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel,” lanjutnya.

Menurut laporan Republika, pasukan "Israel" melakukan intersepsi terhadap armada flotilla pada Senin pagi waktu Turki di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza.

Bambang bersama relawan dan wartawan lainnya diketahui berada di atas kapal “Boralize” saat armada mereka dihentikan.

(ameera/arrahmah.id)