Memuat...

Lebanon Membantah bahwa "Israel" Telah Menarik Diri dari Sebagian Wilayah Lebanon Selatan

Hanin Mazaya
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharam 1448 19:12
Lebanon Membantah bahwa "Israel" Telah Menarik Diri dari Sebagian Wilayah Lebanon Selatan
Sebuah kendaraan Humvee milik tentara "Israel" berpatroli di sepanjang jalan utara dekat Moshav Margaliot di Galilea Atas yang berbatasan dengan Lebanon. (Foto: AFP)

BEIRUT (Arrahmah.id) - Para pejabat senior "Israel" dan Lebanon pada Kamis (25/6/2026) membantah adanya penarikan pasukan "Israel" dari wilayah Lebanon selatan yang diduduki, setelah seorang pejabat AS mengatakan "Israel" telah menarik sebagian pasukannya sebagai isyarat itikad baik terhadap pemerintah Lebanon.

"Israel" dan Lebanon telah membahas proposal yang didukung AS agar pasukan "Israel" menyerahkan sebagian wilayah Lebanon yang diinvasi dalam perang mereka dengan Hizbullah kepada militer Lebanon, sebagai langkah potensial untuk memulihkan kendali Lebanon atas wilayah yang diduduki.

Proposal "zona percontohan" telah menjadi bagian dari putaran terbaru pembicaraan Israel-Lebanon di Washington, yang berlangsung meskipun tampaknya dibayangi oleh langkah Iran untuk menjadikan Lebanon sebagai pusat pembicaraan mereka sendiri dengan Amerika Serikat, lansir Reuters.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan proses zona percontohan bertujuan untuk memastikan penghancuran senjata dan infrastruktur Hizbullah secara lengkap dan dapat diverifikasi serta pembubaran kelompok bersenjata non-negara.

“'Israel' telah mengambil langkah konkret dengan menarik diri dari sebagian zona penyangganya. Ini merupakan demonstrasi itikad baik yang signifikan terhadap pemerintah Lebanon yang sah,” kata pejabat Departemen Luar Negeri AS.

“Angkatan Bersenjata Lebanon (LBA) sekarang harus bergerak masuk dan secara terverifikasi membersihkan senjata dan infrastruktur teroris. Model ini akan diulangi di seluruh Lebanon Selatan, memungkinkan kembalinya keluarga pengungsi dengan aman, rekonstruksi wilayah selatan, dan pemulihan kedaulatan Lebanon sepenuhnya,” tambah pejabat tersebut.

Seorang pejabat senior pertahanan "Israel" mengatakan kepada Reuters bahwa kebijakan Israel sudah jelas dan militer tidak akan menarik diri dari apa yang disebut "zona penyangga" di Lebanon selatan.

Ditanya tentang komentar pejabat Departemen Luar Negeri AS, seorang pejabat militer senior Lebanon mengatakan perkembangan di lapangan dalam beberapa hari terakhir "menunjukkan kebalikan dari penarikan diri."

Pejabat tersebut mengatakan pasukan "Israel" telah menegakkan zona penyangga mereka terhadap siapa pun yang mendekatinya, termasuk pasukan tentara Lebanon. (haninmazaya/arrahmah.id)