Memuat...

Lima Orang Gugur di Beit Lahia Akibat Pelanggaran 'Israel' di Gaza yang Terus Berlanjut

Zarah Amala
Kamis, 23 April 2026 / 6 Zulkaidah 1447 10:18
Lima Orang Gugur di Beit Lahia Akibat Pelanggaran 'Israel' di Gaza yang Terus Berlanjut
Serangan udara 'Israel' telah menewaskan lebih dari 786 warga Palestina sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku Oktober lalu (European Pressphoto Agency - Arsip)

GAZA (Arrahmah.id) - Serangan militer 'Israel' terus berlanjut di Jalur Gaza, menelan korban jiwa warga sipil meskipun status gencatan senjata masih berlaku. Pada Rabu (22/4/2026) malam, sebuah serangan pesawat nirawak (drone) menargetkan sekelompok warga di dekat sebuah masjid di kawasan Proyek Beit Lahia, Gaza utara, yang mengakibatkan 5 warga Palestina, termasuk 3 anak-anak, gugur.

Laporan dari sumber medis dan warga setempat menunjukkan pola serangan yang meluas di berbagai sektor Gaza.

Selain serangan drone di Beit Lahia, artileri 'Israel' juga menggempur wilayah timur kota tersebut, menyebabkan serpihan peluru menghantam rumah-rumah warga di jalan utama. Sebelumnya, di pagi hari, seorang warga gugur saat sedang berusaha mengevakuasi puing-puing rumah mereka di Jalan Gaza Lama, Jabalia.

Di Gaza Tengah, 4 warga dilaporkan terluka akibat tembakan langsung tentara 'Israel' di timur Kamp Pengungsian Al-Bureij. Serangan drone lainnya di persimpangan Bani Suhaila, timur Khan Yunis, menyebabkan satu warga menderita luka serius.

Data Korban dan Krisis Kemanusiaan

Otoritas kesehatan di Jalur Gaza merilis data terbaru mengenai dampak perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini. Sejak Oktober 2023, jumlah korban jiwa telah mencapai 72.562 orang, dengan 172.320 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober lalu, tercatat 786 warga tewas dan 2.217 orang terluka. Selain itu, sebanyak 761 jenazah telah berhasil dievakuasi dari balik reruntuhan bangunan dalam periode tersebut.

Situasi di lapangan tetap dalam kondisi kritis bagi tim penyelamat. Banyak korban yang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan. Namun, tim ambulans dan penyelamat sering kali tidak dapat menjangkau lokasi tersebut karena serangan militer yang terus berlanjut dan penghalangan yang disengaja oleh pihak militer 'Israel' terhadap proses evakuasi.

Kondisi ini mempertegas ketegangan yang masih menyelimuti Gaza, di mana jeda permusuhan tidak otomatis menghentikan ancaman kekerasan fisik terhadap warga sipil di wilayah yang infrastrukturnya telah hancur hingga 90% tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)