Memuat...

Skandal Spionase di Jantung Militer 'Israel', Dua Teknisi Angkatan Udara Ditangkap Karena Jadi Mata-mata Iran

Zarah Amala
Kamis, 23 April 2026 / 6 Zulkaidah 1447 10:46
Skandal Spionase di Jantung Militer 'Israel', Dua Teknisi Angkatan Udara Ditangkap Karena Jadi Mata-mata Iran
Kedua tentara itu dituduh menyerahkan dokumen militer sensitif yang mencakup cetak biru mesin jet tempur F-15 (Eropa).

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Otoritas keamanan 'Israel' mengungkap kasus spionase serius yang melibatkan dua teknisi aktif Angkatan Udara 'Israel' di pangkalan udara strategis Tel Nof, dekat Ashdod. Keduanya dituduh memberikan informasi militer yang sangat sensitif kepada intelijen Iran.

Berdasarkan dokumen dakwaan, kedua tersangka terlibat dalam pelanggaran keamanan tingkat tinggi dengan menyerahkan dokumen teknis terkait mesin pesawat tempur F-15, mengambil dan membocorkan foto salah satu instruktur penerbangan, yang membahayakan keselamatan operasional personel kunci.

Atas perintah intelijen Iran, para tersangka ditugaskan mengumpulkan data intelijen mengenai tokoh-tokoh penting 'Israel', termasuk mantan Kepala Staf Angkatan Darat Herzi Halevi dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

Ancaman Dakwaan Pengkhianatan Tingkat Tinggi

Pihak berwenang 'Israel' kini mempertimbangkan untuk meningkatkan tuntutan terhadap salah satu teknisi dari sekadar spionase menjadi pengkhianatan tingkat tinggi. Langkah ini dipicu oleh sensitivitas informasi yang bocor dan fakta bahwa aktivitas tersebut dilakukan di tengah situasi perang yang sedang berlangsung.

Kasus ini juga meluas di internal pangkalan Tel Nof. Investigasi mengungkap bahwa 8 tentara lainnya di pangkalan yang sama diduga mengetahui aktivitas ilegal tersebut namun gagal melaporkannya kepada otoritas terkait. Komandan pangkalan (berpangkat Brigadir Jenderal) dikabarkan telah dipanggil oleh badan intelijen domestik, Shin Bet (Shabak), untuk memberikan penjelasan.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan yang mengguncang institusi pertahanan 'Israel' dalam beberapa waktu terakhir.

Pekan ini, polisi dan Shin Bet menangkap dua warga 'Israel', Asaf Shitrit dan Sagi Hayek, atas tuduhan serupa. Salah satu di antaranya diduga berencana menerima pelatihan militer di sebuah negara Arab atas arahan Iran. Sebanyak 4 tentara aktif lainnya ditangkap pada 6 April karena memotret lokasi-lokasi militer yang sensitif.

Menurut laporan Yediot Ahronoth, sepanjang dua tahun terakhir telah terjadi puluhan kasus di mana warga atau personel militer 'Israel' direkrut oleh Teheran dengan imbalan uang. Skandal terbaru ini menyoroti kerentanan internal yang signifikan dalam sistem pertahanan 'Israel', terutama di pangkalan-pangkalan udara yang menjadi tulang punggung kekuatan militer mereka. (zarahamala/arrahmah.id)