Memuat...

AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Irak di Tengah Ancaman Milisi

Hanoum
Kamis, 23 April 2026 / 6 Zulkaidah 1447 04:02
AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Irak di Tengah Ancaman Milisi
Pemandangan kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, tempat serangan rudal dilaporkan menyebabkan kerusakan pada 14 Maret 2026. [Foto: Murtadha Al-Sudani – Anadolu Agency]

BAGHDAD (Arrahmah.id) -- Pemerintah Amerika Serikat memperbarui peringatan perjalanan (travel warning) untuk Irak pada 20 April 2026 dengan meminta seluruh warga negaranya yang berada di negara tersebut agar segera keluar secepatnya. Imbauan ini disampaikan oleh U.S. Embassy Baghdad di tengah meningkatnya ancaman serangan dari kelompok milisi bersenjata.

Dalam pernyataan resminya, seperti dilansir Anadolu Agency (21/42026), kedutaan menegaskan situasi keamanan di Irak semakin memburuk, terutama akibat aktivitas milisi yang berafiliasi dengan Iran dan berpotensi menargetkan warga serta kepentingan Amerika di berbagai wilayah.

Jangan melakukan perjalanan ke Irak dengan alasan apa pun. Jika Anda berada di sana, segera tinggalkan sekarang,” menutu pernyataan pihak kedutaan.

Peringatan ini berlaku untuk seluruh wilayah Irak, termasuk Baghdad dan kawasan utara seperti Erbil. Warga AS juga diimbau untuk tidak mendatangi fasilitas diplomatik karena risiko keamanan yang tinggi serta keterbatasan layanan langsung.

Menurut laporan Middle East Monitor, ancaman utama berasal dari kelompok milisi yang didukung Iran yang masih aktif merencanakan serangan terhadap target Amerika, termasuk fasilitas diplomatik dan personel sipil.

Situasi ini berkaitan erat dengan eskalasi konflik regional sejak Februari 2026, ketika ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat dan memicu serangkaian serangan balasan di kawasan Timur Tengah.

Seorang pejabat keamanan AS mengatakan, Ancaman terhadap warga negara kami di Irak nyata dan terus berkembang, sehingga langkah evakuasi menjadi sangat penting,”

Selain itu, laporan media internasional juga menyebut adanya serangan drone dan roket yang berulang kali menargetkan fasilitas terkait Amerika di Irak dalam beberapa bulan terakhir, memperkuat alasan dikeluarkannya peringatan tersebut.

Pemerintah AS menyarankan warga negaranya untuk segera menggunakan jalur darat menuju negara tetangga jika penerbangan tidak tersedia, serta tetap berkomunikasi dengan pihak kedutaan melalui jalur elektronik.

Dengan meningkatnya risiko keamanan, peringatan ini menjadi salah satu yang paling tegas dalam beberapa tahun terakhir, menandakan kondisi Irak yang kembali berada dalam situasi rawan di tengah konflik geopolitik yang lebih luas di kawasan. (hanoum/arrahmah.id)