Memuat...

Yahudi Ortodoks Copot Bendera 'Israel', Insiden di Hari Kemerdekaan Picu Penangkapan

Hanoum
Kamis, 23 April 2026 / 6 Zulkaidah 1447 04:12
Yahudi Ortodoks Copot Bendera 'Israel', Insiden di Hari Kemerdekaan Picu Penangkapan
Tangkapan layar. [Foto: Al Jazeera]

BEIT SHEMESH (Arrahmah.id) -- Dua pria dari komunitas Yahudi ultra-Ortodoks ditangkap aparat kepolisian 'Israel' setelah kedapatan mencopot bendera nasional 'Israel' dari tiang jalan di kota Beit Shemesh pada Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan 'Israel'.

Menurut laporan Al Jazeera (21/4), video yang beredar menunjukkan kedua pria tersebut menurunkan dan merobek bendera 'Israel' dari tiang-tiang lampu di jalan, yang kemudian memicu protes dari warga sekitar.

Sementara itu, rekaman yang disiarkan CNN juga memperlihatkan aksi serupa terjadi menjelang hari peringatan nasional, di mana kelompok ultra-Ortodoks mengekspresikan penolakan terhadap simbol negara 'Israel'.

Insiden ini terjadi di tengah perayaan nasional yang biasanya ditandai dengan pemasangan bendera di berbagai ruang publik dan rumah warga. Namun, sebagian kelompok Yahudi ultra-Ortodoks—khususnya yang berpandangan anti-Zionis—memang dikenal menolak legitimasi negara 'Israel' atas dasar keyakinan agama.

https://www.youtube.com/shorts/NDuSfocwPHk

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa di lokasi lain, kelompok serupa bahkan mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk protes terhadap negara 'Israel', meskipun rincian lokasi kejadian tersebut tidak dijelaskan secara resmi oleh otoritas.

Seorang saksi mata mengatakan, “Kami melihat mereka mencopot bendera satu per satu, dan orang-orang di sekitar langsung bereaksi,”

Kelompok seperti Neturei Karta diketahui secara ideologis menolak keberadaan negara 'Israel' sebelum kedatangan Mesias, sehingga sering melakukan aksi simbolik seperti menolak bendera atau menunjukkan solidaritas terhadap Palestina.

Pihak kepolisian 'Israel' menyatakan kedua pelaku telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut atas dugaan pelanggaran ketertiban umum. Seorang pejabat kepolisian mengatakan, “Tindakan yang mengganggu ketertiban publik akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,”

Peristiwa ini menyoroti ketegangan internal di dalam masyarakat 'Israel' sendiri, khususnya antara kelompok nasionalis dan komunitas ultra-Ortodoks yang memiliki pandangan berbeda terhadap negara dan simbol-simbolnya. (hanoum/arrahmah.id)