Memuat...

Mahasiswa Jabodetabek Demo di Sudirman, Bawa Lima Tuntutan dan Gagal Tembus Bundaran HI

Ameera
Jumat, 12 Juni 2026 / 27 Zulhijah 1447 18:51
Mahasiswa Jabodetabek Demo di Sudirman, Bawa Lima Tuntutan dan Gagal Tembus Bundaran HI
Mahasiswa Jabodetabek Demo di Sudirman, Bawa Lima Tuntutan dan Gagal Tembus Bundaran HI

JAKARTA (Arrahmah.id) – Mahasiswa dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di wilayah Jabodetabek menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (12/6).

Dalam aksi tersebut, mereka membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah terkait berbagai persoalan ekonomi dan kebijakan publik.

Aksi yang semula direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya dialihkan setelah aparat kepolisian melakukan blokade dan melarang Bundaran HI dijadikan titik konsentrasi massa.

Sebelum tiba di lokasi aksi, bus yang mengangkut rombongan mahasiswa sempat dicegat dan diarahkan menuju kawasan depan kompleks parlemen.

Namun, mahasiswa tetap bersikeras menyampaikan aspirasi mereka di Bundaran HI. Mereka pun memilih melakukan long march menuju pusat kota.

Dalam upaya mencegah massa bergerak ke Bundaran HI, Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Adri Desas Furyanto terlibat dialog dengan para mahasiswa.

"Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini, tidak akan dihalangi," kata Adri kepada massa aksi.

Perwakilan mahasiswa kemudian menjawab bahwa tuntutan mereka tidak hanya ditujukan kepada DPR.

"Masalahnya aspirasi dan tuntutan kami enggak ke DPR saja," ujar salah seorang perwakilan mahasiswa.

"Kenapa tidak bapak-bapak ini saja ke Bundaran HI," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Adri menjelaskan alasan kepolisian melarang aksi di Bundaran HI.

"Bundaran HI itu jantung jalannya masyarakat, jantungnya perekonomian, central of gravity-nya Indonesia. Kalian nyetop di situ, selesai semua, Dek," ujarnya.

Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, massa aksi yang didominasi oleh mahasiswa dari BEM se-Universitas Indonesia (UI) masih bertahan dan terkonsentrasi di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Aparat kepolisian tetap melakukan penjagaan dan blokade agar massa tidak bergerak menuju Bundaran HI karena dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah isu yang belakangan menjadi perhatian publik, mulai dari kondisi perekonomian nasional, penggunaan anggaran negara, hingga sejumlah program pemerintah.

Adapun lima tuntutan yang disampaikan massa aksi adalah sebagai berikut:

  1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  3. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  4. Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
  5. Menuntut Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Meski sempat terjadi ketegangan dalam proses negosiasi lokasi unjuk rasa, hingga sore hari demonstrasi tetap berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian dari perwakilan mahasiswa.

(ameera/arrahmah.id)