Memuat...

Terungkap! Investigasi Ungkap Kisah Bocornya Video Pembantaian Tadamun yang Menyeret Perwira Rezim Assad

Samir Musa
Sabtu, 18 Juli 2026 / 4 Safar 1448 13:17
Terungkap! Investigasi Ungkap Kisah Bocornya Video Pembantaian Tadamun yang Menyeret Perwira Rezim Assad
Sersan Mayor Amjad Yusuf, pelaku pembantaian di kawasan Tadamun, Damaskus, pada 2013. (Media Inggris)

DAMASKUS (Arrahmah.id) Sebuah investigasi terbaru mengungkap bagaimana rekaman pembantaian di kawasan Tadamun, Damaskus, yang dilakukan aparat rezim Bashar al-Assad akhirnya bocor ke publik dan menjadi bukti penting atas salah satu kejahatan paling mengerikan selama revolusi Suriah.

Dilansir dari Al Jazeera, investigasi video yang diproduksi Syria Now dan ditayangkan dalam program Tahta Ar-Ramad (Di Bawah Abu) mengungkap untuk pertama kalinya rangkaian peristiwa yang membuat rekaman pembantaian tersebut terungkap ke dunia pada 2022, sembilan tahun setelah tragedi itu terjadi.

Menurut laporan tersebut, dua bersaudara asal Suriah secara tidak sengaja menemukan sejumlah rekaman pembantaian saat melihat isi komputer milik Amjad Yusuf, seorang perwira keamanan militer rezim Assad. Rekaman itu kemudian mereka salin dan diserahkan kepada para aktivis Suriah di luar negeri.

Selanjutnya, video-video tersebut sampai ke organisasi hak asasi manusia dan lembaga internasional. Rekaman itu kemudian menjadi dasar investigasi harian Inggris The Guardian pada 2022 yang pertama kali mempublikasikan bukti visual pembantaian Tadamun, sebuah kejahatan yang selama hampir satu dekade bahkan tidak diketahui oleh banyak warga di lingkungan tempat tragedi itu terjadi.

Investigasi terbaru juga menghadirkan kesaksian baru mengenai proses keluarnya rekaman tersebut ke publik, peran dua bersaudara itu dalam membongkar kejahatan rezim Assad, serta informasi mengenai para pelaku lain yang turut membantu Amjad Yusuf melaksanakan pembantaian tersebut.

Eksekusi massal terhadap warga sipil

Peristiwa pembantaian Tadamun terjadi pada April 2013. Saat itu Amjad Yusuf bersama personel lain dari aparat rezim Assad melakukan eksekusi di luar proses hukum terhadap puluhan warga sipil di kawasan Tadamun, yang dihuni keluarga Suriah dan Palestina.

Rekaman video memperlihatkan para korban dengan tangan terikat dan mata tertutup dipaksa berlari menuju sebuah lubang dengan dalih menghindari tembakan penembak jitu. Namun, sesampainya di lokasi, mereka ditembak satu per satu dan dijatuhkan ke dalam lubang yang telah disiapkan sebagai kuburan massal.

Setelah tubuh para korban menumpuk, para pelaku membakar ban kendaraan di atas jasad-jasad tersebut untuk menghilangkan jejak pembantaian.

Dikaitkan dengan kasus anak-anak Rania al-Abbasi

Laporan itu juga menyoroti perkembangan terbaru setelah aparat keamanan Suriah menangkap Amjad Yusuf di desa Naba' Ath-Thayyib, pedesaan Hama, pada April 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan Kementerian Dalam Negeri Suriah, Yusuf diduga terlibat dalam pembunuhan enam anak dokter Suriah, Rania al-Abbasi.

Dua bersaudara yang membocorkan rekaman dari komputer Amjad Yusuf juga menceritakan informasi yang mereka ketahui terkait hilangnya anak-anak Rania al-Abbasi. Keenam anak tersebut terdiri dari lima anak perempuan—yang tertua berusia 14 tahun dan yang termuda baru berusia satu setengah tahun—serta seorang anak laki-laki berusia empat tahun.

Mereka bersama kedua orang tuanya ditangkap aparat intelijen rezim Assad dari rumah mereka di kawasan Mashru' Dummar, Damaskus, pada 2013, dan hingga bertahun-tahun nasib mereka tetap menjadi misteri.

(Samirmusa/arrahmah.id)