YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Seorang muslimah Palestina dilaporkan ditangkap aparat 'Israel' di kawasan Masjid Al Aqsa pada hari Idul Adha setelah mengalami tindakan kekerasan dan pelepasan hijab secara paksa. Insiden yang terekam video dan menyebar luas di media sosial itu memicu kemarahan publik Palestina serta kecaman dari aktivis hak asasi manusia.
Menurut rekaman yang dibagikan akun Eye on Palestine (27/5/2026) dan sejumlah aktivis media sosial, peristiwa tersebut terjadi di area sekitar kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur. Dalam video terlihat aparat keamanan 'Israel' menahan seorang perempuan muda Palestina di tengah kerumunan jamaah Idul Adha sebelum membawanya pergi.
Beberapa saksi mata menyebut perempuan itu mengalami pemukulan dan hijabnya dilepas saat proses penangkapan berlangsung. Video yang beredar memperlihatkan suasana tegang di sekitar lokasi ketika jamaah mencoba mendekati aparat 'Israel' sambil meneriakkan protes.
Seorang saksi mata mengatakan, “Mereka menyerangnya di depan jamaah dan hijabnya dilepas sebelum dibawa pergi.”
Hingga kini otoritas 'Israel' belum memberikan penjelasan resmi terkait identitas perempuan tersebut maupun alasan penangkapannya. Polisi 'Israel' sebelumnya sering meningkatkan pengamanan di kawasan Masjid Al-Aqsa saat hari-hari besar Islam dengan alasan mencegah kerusuhan dan bentrokan.
Kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Umat Islam memandang Al-Aqsa sebagai situs suci ketiga dalam Islam, sementara Yahudi mengenalnya sebagai Temple Mount. Ketegangan di kawasan tersebut kerap memicu bentrokan antara warga Palestina dan aparat 'Israel'.
Insiden ini terjadi saat ribuan warga Palestina memadati Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Idul adha di tengah situasi keamanan yang terus memanas akibat perang Gaza dan operasi militer Israel di Tepi Barat serta Yerusalem Timur.
Seorang jamaah Palestina mengatakan, “Hari raya seharusnya menjadi hari damai, tetapi kami justru menyaksikan penangkapan dan kekerasan.”
Kelompok hak asasi manusia Palestina menuduh aparat 'Israel' semakin agresif terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur sejak meningkatnya konflik regional beberapa bulan terakhir. Sementara pemerintah 'Israel' berulang kali menegaskan bahwa aparat keamanan bertindak untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik.
Peristiwa penangkapan muslimah Palestina di Al-Aqsa pada hari Idul Adha kini kembali memicu perdebatan internasional mengenai situasi hak asasi manusia dan kebebasan beribadah di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki 'Israel'. (hanoum/arrahmah.id)
