GAZA (Arrahmah.id) - Sayap militer gerakan Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, merilis rekaman video yang mengungkap detail taktik dan manajemen pertempuran darat yang dijalankan para pejuangnya di Jalur Gaza, di tengah gempuran militer 'Israel'.
Video berdurasi lebih dari enam menit tersebut memperlihatkan kemampuan para pejuang Al-Qassam bergerak secara taktis di antara puing-puing bangunan untuk menghindari pantauan pesawat pengintai 'Israel'. Salah satu adegan memperlihatkan pejuang sekaligus komandan kelompok di Batalyon Jabalia, asy Syahid Moussa Walid Kabaja, menggunakan palu kecil untuk menjebol dinding bangunan guna menciptakan jalur pergerakan yang aman di tengah reruntuhan.
Dalam dokumentasi tersebut, Kabaja bersama rekan-rekan sesama pejuang tampak mempersiapkan alat peledak anti-tank dan personel, serta terlibat langsung dalam penyergapan terencana terhadap koloni kendaraan berlapis baja 'Israel' di kawasan Al-Faluja, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabalia.
Rekaman menunjukkan momen saat Kabaja mengambil posisi hanya berjarak beberapa meter dari sebuah tank Merkava dan buldoser militer 'Israel' sebelum menargetkan keduanya menggunakan proyektil anti-tank Yassin buatan lokal. Ia dilaporkan sukses menuntaskan misinya dengan mengonfirmasi penghancuran pengangkut personel militer dan menewaskan seluruh awak di dalamnya.
Brigade Al-Qassam secara resmi mengonfirmasi kesyahidan Moussa Kabaja, yang menjabat sebagai komandan kelompok di Batalyon Imad Akel, Kamp Jabalia, utara Gaza. Berdasarkan pengumuman tersebut, Kabaja gugur pada 31 Desember 2024 di tengah agresi militer 'Israel' di wilayah tersebut.
Pasca-syahidnya Kabaja, foto yang menampilkan dua makam pejuang Al-Qassam sempat viral di platform media sosial. Kedua makam tersebut berada di dalam sebuah rumah warga setelah lokasi itu menjadi sasaran serangan tentara 'Israel'. Pusara tersebut memuat jasad Moussa Kabaja dan sahabat karibnya, Muhannad Yasser Harb, yang merupakan saudara dari empat syuhada lain yang gugur dalam perang yang sama.
Video dokumenter tersebut juga menyertakan penggalan wasiat video dari sang syahid, serta cuplikan latihan militer berat yang dijalaninya sebelum meletusnya pertempuran Banjir Al-Aqsha (Tufan al-Aqsha), termasuk simulasi pertempuran jarak dekat melawan kendaraan tempur musuh. Rilis ini merupakan bagian dari seri dokumenter Bulan-Bulan Banjir (Aqmar at-Tufan) yang diproduksi Al-Qassam untuk mengabadikan rekam jejak para komandan lapangan dan pejuang yang gugur sejak akhir 2023. (zarahamala/arrahmah.id)
