Memuat...

Nigeria Klaim Tewaskan Belasan Ribu Militan Islam dalam Setahun

Hanoum
Sabtu, 13 Juni 2026 / 28 Zulhijah 1447 04:22
Nigeria Klaim Tewaskan Belasan Ribu Militan Islam dalam Setahun
Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya Idi Abbas menghadiri perayaan ulang tahun ke-70 Angkatan Laut Nigeria di tepi laut Eko Atlantic di Lagos, Nigeria, pada 1 Juni 2026. [Foto: Sunday Alamba/AP]

ABUJA (Arrahmah.id) -- Presiden Nigeria, Bola Ahmed Tinubu, mengumumkan bahwa pasukan keamanan negaranya telah menewaskan lebih dari 13.000 militan dan anggota kelompok bersenjata dalam kurun satu tahun terakhir.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Kamis (12/6/2026), ketika pemerintah berupaya menunjukkan kemajuan dalam perang melawan kelompok jihad, bandit bersenjata, dan organisasi ekstremis yang selama bertahun-tahun mengguncang negara berpenduduk terbesar di Afrika tersebut.

Dalam pidatonya, seperti dilansir Al Jazeera (12/6). Tinubu menyatakan operasi militer yang diperkuat sejak ia menjabat pada 2023 telah menghasilkan penurunan signifikan tingkat kekerasan di berbagai wilayah Nigeria.

Menurutnya, lebih dari 13.000 anggota kelompok yang dikategorikan sebagai teroris berhasil "dinetralisasi" dalam 12 bulan terakhir, sementara puluhan ribu lainnya menyerahkan diri melalui program deradikalisasi pemerintah.

Selain itu, Presiden Nigeria mengklaim jumlah korban tewas akibat pemberontakan dan aksi teror telah turun hingga 81 persen dibandingkan kondisi saat ia pertama kali mengambil alih pemerintahan.

Pemerintah juga menyebut lebih dari 124.000 mantan kombatan beserta anggota keluarganya telah meletakkan senjata sejak 2023 melalui program rehabilitasi nasional yang dikenal sebagai Operation Safe Corridor.

“Lebih dari 13.000 teroris telah dinetralisasi dalam setahun terakhir. Kami juga tetap membuka pintu bagi mereka yang memilih menyerah dan kembali ke masyarakat,” kata Presiden Bola Ahmed Tinubu dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Nigeria.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Nigeria masih menghadapi ancaman dari sejumlah kelompok bersenjata, termasuk Boko Haram, Islamic State West Africa Province (ISWAP), serta berbagai kelompok bandit yang aktif melakukan penculikan massal, penyerangan desa, dan pemerasan di wilayah utara serta tengah negara itu. Meskipun pemerintah mengklaim keberhasilan besar dalam operasi keamanan, sejumlah daerah masih mengalami serangan mematikan sepanjang 2025 dan 2026.

Laporan Reuters menunjukkan bahwa militer Nigeria dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan kerja sama dengan Amerika Serikat dalam operasi kontra-terorisme. Salah satu operasi besar yang mendapat perhatian internasional adalah tewasnya Abu-Bilal al-Minuki, yang disebut sebagai tokoh senior ISWAP, dalam operasi gabungan pasukan Nigeria dan Amerika Serikat di Negara Bagian Borno pada Mei lalu.

Namun, klaim keberhasilan pemerintah juga diiringi kritik dari kelompok hak asasi manusia. Beberapa organisasi internasional menuduh operasi udara militer Nigeria telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam sejumlah serangan terhadap wilayah yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata.

Pemerintah Nigeria membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa operasi dilakukan sesuai prosedur militer.

Hingga kini, pemerintah Nigeria belum merinci berapa banyak anggota masing-masing kelompok yang termasuk dalam angka 13.000 militan yang diklaim telah tewas. Meski demikian, pernyataan Tinubu menegaskan bahwa perang melawan kelompok ekstremis tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya di tengah upaya memulihkan stabilitas dan keamanan nasional. (hanoum/arrahmah.id)