Memuat...

Panas! Netanyahu Sebut Erdogan Diktator Antisemit

Hanoum
Kamis, 11 Juni 2026 / 26 Zulhijah 1447 03:26
Panas! Netanyahu Sebut Erdogan Diktator Antisemit
Recep Tayyip Erdoğan dan Benjamin Netanyahu terlihat di atas bendera Turki dan Israel, masing-masing (ilustrasi). [Foto : FLASH90/CANVA, REUTERS, SHUTTERSTOCK]

YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Ketegangan antara 'Israel' dan Turki kembali memanas setelah Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu melontarkan serangan verbal keras terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pernyataan itu muncul setelah Erdogan mengecam serangan militer 'Israel' di kawasan Timur Tengah dan menuduh Tel Aviv menjadi ancaman bagi stabilitas regional.

Dilansir The Times of Israel (10/6/2026), perseteruan terjadi usai Erdogan menyampaikan pidato di hadapan anggota parlemen dari Partai AK di Ankara. Dalam pidato tersebut, Presiden Turki menuduh serangan 'Israel' di Suriah dan Lebanon telah mencapai tingkat yang mengancam keamanan Turki serta menilai tindakan 'Israel' sebagai ancaman bagi kawasan dan dunia internasional.

Erdogan juga kembali mengkritik pemerintahan 'Israel' terkait konflik yang melibatkan Palestina, Lebanon, dan Iran. Menurutnya, komunitas internasional perlu mengambil langkah lebih tegas untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai agresi Israel di kawasan.

Tidak lama setelah pidato tersebut, kantor Perdana Menteri 'Israel' merilis pernyataan balasan yang ditujukan langsung kepada Erdogan. Dalam pernyataan resmi berbahasa Ibrani, Netanyahu menyebut pemimpin Turki itu sebagai seorang diktator antisemit dan pendukung kelompok perlawanan Palestina Hamas.

"Diktator antisemit Erdogan, yang mendukung organisasi teroris Hamas, menindas rakyatnya sendiri dan memenjarakan lawan-lawan politiknya, adalah orang terakhir yang berhak mengajari 'Israel' soal moralitas," uar Netanyahu.

Netanyahu juga membela operasi militer negaranya yang belakangan menjadi sasaran kritik dari Ankara. Ia menegaskan bahwa 'Israel' akan terus bertindak terhadap Iran dan kelompok-kelompok yang dianggap mengancam keamanan negaranya.

Netanyahu menambahkan, "Israel dan Pasukan Pertahanan 'Israel' akan terus bertindak dengan kekuatan melawan Iran dan proksi-proksinya yang mengancam Timur Tengah dan seluruh dunia."

Pernyataan keras Netanyahu tersebut merupakan salah satu serangan diplomatik paling tajam yang dilontarkan 'Israel' terhadap Erdogan dalam beberapa bulan terakhir.

Hubungan kedua negara memang terus memburuk sejak perang Gaza dan meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, Lebanon, serta Hamas. Ankara selama ini menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap kebijakan militer 'Israel' dan bahkan telah menghentikan hubungan dagang dengan negara tersebut.

Di sisi lain, pemerintah 'Israel' berulang kali menuduh Turki memberikan dukungan politik kepada Hamas. Tel Aviv menilai sikap Ankara terhadap kelompok Palestina tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam membaiknya hubungan bilateral kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Turki sebelumnya juga pernah mengecam pernyataan Netanyahu yang menyerang Erdogan. Ankara menilai kritik dari pemimpin 'Israel' itu merupakan reaksi atas sikap Turki yang secara konsisten mengkritik kebijakan Israel di forum internasional. (hanoum/arrahmah.id)