TASHKENT (Arrahmah.id) - Javlon Vakhabov, Wakil Penasihat Presiden Uzbekistan dan Direktur Institut Internasional untuk Asia Tengah, mengatakan Tashkent menganggap Afghanistan sebagai bagian integral dari Asia Tengah dan mendukung partisipasinya dalam proses regional.
Berbicara kepada Tolo News, Vakhabov mengatakan Uzbekistan tidak ingin Afghanistan tetap terisolasi dari perkembangan regional. Ia menambahkan bahwa, bersama dengan negara-negara Asia Tengah lainnya, termasuk Azerbaijan, Uzbekistan dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan Kabul kepada negara-negara Barat, mitra Eropa, dan Amerika Serikat.
Ia juga mengatakan bahwa, dalam praktiknya, Uzbekistan telah mengakui pemerintahan Imarah Islam.
Vakhabov menambahkan: "Uzbekistan, dan negara-negara Asia Tengah lainnya, termasuk Azerbaijan juga, dapat berfungsi sebagai platform, platform yang dapat mengomunikasikan pesan dari Kabul ke Barat, kepada mitra Eropa kami, kepada kolega Amerika kami, memastikan bahwa suara Afghanistan cukup terdengar di seluruh dunia mengenai semua prioritas bersama yang saat ini kita hargai."
Pejabat Uzbekistan itu juga menggambarkan Afghanistan dan Pakistan sebagai mitra berharga bagi negaranya dan mengatakan bahwa Tashkent telah mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog.
Ia menambahkan: "Afghanistan dan Pakistan adalah mitra yang berharga bagi Uzbekistan. Oleh karena itu, dalam hal ini, kepemimpinan Uzbekistan telah mendesak kedua pihak yang berselisih dan berkonflik tersebut untuk duduk di meja perundingan dan melakukan segala upaya untuk menemukan solusi yang paling tepat untuk konflik ini."
Sejumlah analis politik percaya bahwa Tashkent telah mempertahankan hubungan dekat dengan Afghanistan selama lima tahun terakhir. Mereka juga menekankan bahwa dialog politik sangat penting untuk memperkuat hubungan Afghanistan dengan negara-negara Asia Tengah dan memajukan stabilitas regional.
Analis politik Abdul Jamil Shirani mengatakan: "Uzbekistan mempertahankan hubungan baik dengan pemerintah Afghanistan di bidang ekonomi, politik, keamanan, dan kerja sama bertetangga yang baik."
Analis politik lainnya, Abbas Hassanzada, mengatakan: "Hubungan Imarah Islam Afghanistan dengan berbagai negara, termasuk Uzbekistan, dapat memiliki implikasi positif bagi negara tersebut, khususnya di bidang perdagangan dan kerja sama ekonomi."
Sebelumnya, pertemuan pertama 'Pusat Studi Strategis dan Lembaga Think Tank Afghanistan dan Asia Tengah, termasuk Republik Azerbaijan,' diadakan di Kementerian Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan untuk mempromosikan kerja sama politik, keamanan, dan ekonomi. (haninmazaya/arrahmah.id)
