Memuat...

Api Tak Kunjung Padam, 30 Personel Manggala Agni Dikerahkan ke TPA Jatiwaringin

Ameera
Jumat, 3 Juli 2026 / 18 Muharam 1448 15:16
Api Tak Kunjung Padam, 30 Personel Manggala Agni Dikerahkan ke TPA Jatiwaringin
Api Tak Kunjung Padam, 30 Personel Manggala Agni Dikerahkan ke TPA Jatiwaringin

TANGERANG (Arrahmah.id) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengerahkan 30 personel Manggala Agni untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga Jumat (3/7/2026), kebakaran tersebut telah memasuki hari keempat.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan, mengatakan pengerahan personel dilakukan setelah Menteri Lingkungan Hidup berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan guna mempercepat penanganan kebakaran yang hingga kini masih berlangsung.

"Setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan untuk menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," ujar Rizal di Tangerang, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, kebakaran di TPA memiliki karakteristik yang berbeda dengan kebakaran biasa. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga terus menyala di dalam timbunan sampah yang tingginya mencapai sekitar 30 meter.

Karena itu, Manggala Agni membawa peralatan khusus berupa high pressure inject untuk menyuntikkan air ke lapisan bawah timbunan sampah, sehingga titik api yang berada di bawah permukaan dapat dipadamkan.

"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya memadamkan api yang berada di bawah permukaan," jelas Rizal.

Personel Manggala Agni yang diterjunkan berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di sejumlah wilayah, antara lain Makassar, Palembang, dan Jawa Barat.

Saat ini, proses pemadaman dilakukan melalui dua jalur. Dari darat, petugas pemadam kebakaran terus menyisir titik-titik api, sementara dari udara dilakukan operasi water bombing menggunakan dua helikopter.

Rizal menjelaskan, metode penanganan kebakaran TPA ini disamakan dengan penanganan kebakaran lahan gambut, karena api yang tersembunyi di bawah permukaan tidak dapat dipadamkan hanya dengan penyiraman dari atas.

"Perlakuannya akan kita samakan dengan kebakaran di wilayah gambut. Kita tidak bisa fokus di atas saja, tetapi juga harus memadamkan api yang berada di bawah. Karena itu diperlukan peralatan yang dimiliki Manggala Agni," katanya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan positif dalam operasi pemadaman. Sekitar 30 persen dari total area kebakaran di TPA Jatiwaringin kini telah berhasil dipadamkan dan mulai terkendali.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, mengatakan pengoptimalan operasi water bombing masih terus dilakukan memasuki hari keempat penanganan.

"Kalau pagi hari anginnya tidak terlalu kencang. Petugas memaksimalkan pekerjaan mereka dari pagi, siang, hingga malam," ujar Djohan.

Selain dua helikopter pembom air, BNPB juga telah mengerahkan 18 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau titik-titik api yang belum dapat dijangkau dari udara.

Pemerintah berharap sinergi antara KLH, Kementerian Kehutanan, BNPB, serta petugas pemadam kebakaran dapat mempercepat proses pemadaman sehingga kebakaran di TPA Jatiwaringin segera sepenuhnya terkendali dan tidak lagi menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

(ameera/arrahmah.id)