ANKARA (Arrahmah.id) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan setelah melakukan sejumlah kekeliruan verbal saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026). Insiden ini terjadi ketika Presiden Trump memberikan penjelasan mengenai ketegangan militer yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam sesi konferensi pers yang berlangsung bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Trump menyatakan bahwa dua bulan lalu "kami ditembaki 111 rudal oleh Republik Islam Jepang" yang diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Ia menambahkan bahwa kapal tersebut menjadi sasaran selama sekitar satu jam. Pernyataan ini secara luas diinterpretasikan sebagai kekeliruan penyebutan, di mana Presiden Trump tampak bermaksud merujuk pada "Republik Islam Iran", mengingat Jepang bukanlah pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.
Selain insiden penyebutan nama negara, Presiden Trump juga melakukan kesalahan saat merujuk pada pemimpin Ukraina yang berada tepat di sampingnya. Sembari menunjuk ke arah Presiden Zelenskyy, ia bertanya kepada wartawan, "Apakah Anda punya pertanyaan untuk Presiden Putin?" Ia secara keliru menyebut pemimpin Ukraina tersebut sebagai Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Insiden ini terjadi tak lama setelah Presiden Trump merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni 2026. Menanggapi berbagai spekulasi mengenai kebugaran sang presiden, pihak Gedung Putih sebelumnya telah merilis memo dari dokter kepresidenan yang menyatakan bahwa Presiden Trump berada dalam kondisi kesehatan yang prima dengan fungsi fisik yang kuat secara keseluruhan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gedung Putih mengenai kekeliruan verbal tersebut. Namun, insiden di Ankara ini telah menarik perhatian luas di kalangan pengamat internasional dan media global yang tengah memantau agenda strategis KTT NATO terkait keamanan di Timur Tengah dan konflik di Ukraina. (zarahamala/arrahmah.id)
