RIYADH (Arrahmah.id) - Markas Besar Militer Pusat Iran mengonfirmasi keberhasilan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang menghancurkan pesawat pengintai canggih AS, E-3 Sentry AWACS, di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Serangan tersebut juga dilaporkan melukai 12 personel militer Amerika Serikat, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Pesawat E-3 Sentry yang dijuluki sebagai pusat komando terbang karena kemampuannya melacak ancaman hingga jarak 400 kilometer, dilaporkan hancur terbelah dua. Selain itu, beberapa pesawat pengisi bahan bakar (KC-135 Stratotanker) juga mengalami kerusakan berat akibat rentetan ledakan tersebut.
Kantor Berita Fars menyoroti keberhasilan drone Shahed-136 seharga $20.000 (sekitar Rp315 juta) dalam melumpuhkan aset strategis bernilai $700 juta (sekitar Rp11 triliun). Drone ini mampu terbang sejauh 2.500 km dan berhasil melewati sistem pertahanan radar pangkalan yang seharusnya sangat ketat.
Kehancuran E-3 Sentry merupakan pukulan besar bagi Angkatan Udara AS (USAF). Saat ini AS dilaporkan hanya memiliki sisa 16 unit pesawat AWACS yang beroperasi secara aktif. Kehilangan satu unit di medan perang akan mengganggu kemampuan AS dalam memantau pergerakan rudal dan drone Iran secara real-time.
Pangkalan Prince Sultan telah menjadi target rutin sejak perang meletus pada 28 Februari 2026. Pada pertengahan Maret lalu, lima pesawat pengisi bahan bakar juga dilaporkan rusak di lokasi yang sama.
Garda Revolusi Iran mulai memamerkan tanda kemenangan (kill markings) pada unit drone Shahed mereka, yang mencakup logo pesawat E-3 Sentry dan sistem pertahanan rudal THAAD serta Patriot yang diklaim telah mereka hancurkan selama bulan pertama perang.
Pengamat militer menilai Iran sedang menjalankan kampanye udara asimetris yang sengaja menargetkan pendukung utama kekuatan udara AS, seperti radar pengawas dan pesawat pengisi bahan bakar. Dengan melumpuhkan aset-aset ini, Iran berharap dapat mengurangi dominasi udara AS di Teluk tanpa harus terlibat dalam duel udara langsung antarpitot tempur. (zarahamala/arrahmah.id)
