NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Kepolisian Delhi menangkap seorang pria berusia 28 tahun bernama Vishnu alias Vicky setelah diduga menyerang seorang perempuan tunanetra berusia 70 tahun yang juga memiliki gangguan intelektual di kawasan Trilokpuri, Delhi Timur. Kasus yang terekam kamera pengawas dan memicu kemarahan publik sebab pelaku diduga melakukan pemerkosaan.
Dilansir India TV News (15/6/2026), peristiwa tersebut terjadi pada malam hari di kawasan Trilokpuri, ketika korban yang diketahui hidup sebagai tunawisma sedang berada di dekat pertokoan setempat.
Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan seorang pria mendekati korban dan melakukan penyerangan menggunakan batu. Korban ditemukan dalam kondisi terluka parah di bagian kepala dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Polisi Delhi kemudian membentuk beberapa tim penyelidik untuk mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi di sekitar lokasi.
Setelah penyelidikan berlangsung, Vishnu alias Vicky berhasil ditangkap dan kini menjalani proses hukum. Aparat juga memeriksa seluruh bukti forensik guna memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.
“Kami telah menangkap tersangka dan penyelidikan masih berlangsung. Seluruh aspek kasus ini sedang diperiksa berdasarkan bukti yang tersedia,” kata seorang pejabat Kepolisian Delhi sebagaimana dikutip India Today.
Menurut laporan India Today, korban telah tinggal di kawasan tersebut selama bertahun-tahun dan dikenal oleh warga sekitar. Kondisinya sebagai penyandang disabilitas penglihatan dan gangguan intelektual membuatnya termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap tindak kekerasan. Setelah kejadian, sejumlah warga dan organisasi masyarakat sipil mendesak aparat memastikan proses hukum berjalan cepat dan transparan.
India Today melaporkan bahwa penyidik turut menyelidiki kemungkinan adanya unsur kekerasan seksual. Namun, berdasarkan informasi awal yang dipublikasikan media tersebut, aparat masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan medis dan forensik sebelum menetapkan kesimpulan resmi terkait dugaan tersebut.
Kasus ini memicu perhatian luas di India karena melibatkan korban lanjut usia dan penyandang disabilitas. Beredarnya video penyerangan di media sosial juga meningkatkan tekanan publik terhadap aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi kelompok rentan serta memastikan pelaku mendapat hukuman sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian menyatakan penyidikan masih terus berlanjut, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, analisis rekaman CCTV tambahan, dan pengumpulan bukti forensik. Hasil penyelidikan lengkap diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai seluruh kronologi peristiwa yang menggemparkan warga Delhi tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
