Memuat...

Qatar Jadi Kunci! Iran dan AS Bahas Kesepakatan Rahasia di Doha, Dana Beku & Selat Hormuz Jadi Sorotan

Samir Musa
Senin, 25 Mei 2026 / 9 Zulhijah 1447 22:33
Qatar Jadi Kunci! Iran dan AS Bahas Kesepakatan Rahasia di Doha, Dana Beku & Selat Hormuz Jadi Sorotan
Araghchi (kanan) dan Qalibaf tiba di ibu kota Qatar (media Iran).

DOHA (Arrahmah.id) – Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus bergerak. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dilaporkan berada di Doha, Qatar, untuk membahas kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Washington.

Menurut laporan Reuters dan AFP, pembahasan tersebut berfokus pada isu-isu krusial, termasuk keamanan di Selat Hormuz serta stok uranium Iran yang diperkaya tingkat tinggi.

Seorang pejabat yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa delegasi Iran juga melibatkan gubernur bank sentral untuk membicarakan kemungkinan pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan. Isu ini menjadi bagian penting dalam kerangka kesepakatan akhir yang tengah dirundingkan.

Sementara itu, koresponden Al Jazeera di Teheran menegaskan bahwa Qatar memainkan peran penting sebagai mediator antara Teheran dan Washington. Doha disebut aktif menjembatani berbagai perbedaan, terutama terkait persoalan dana Iran yang dibekukan.

Masalah dana tersebut menjadi titik sensitif bagi kedua pihak. Perbedaan saat ini mencakup besaran dana yang akan dicairkan, mekanisme, serta waktu penyalurannya. Meski demikian, peluang pertemuan langsung antara pejabat Iran dan Amerika disebut tetap terbuka guna memecah kebuntuan.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyatakan bahwa kunjungan Qalibaf dan Araghchi ke Doha merupakan bagian dari jalur diplomasi yang telah dimulai beberapa pekan terakhir dengan mediasi Pakistan. Jalur ini bertujuan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Upaya ini menandai fase baru dalam dinamika hubungan Iran–Amerika, di tengah meningkatnya tekanan regional dan internasional agar konflik segera diakhiri melalui jalur diplomatik.

(Samirmusa/arrahmah.id)