Memuat...

Ratusan Ribu Pelayat Penuhi Teheran dalam Prosesi Pemakaman Akbar Khamenei

Zarah Amala
Selasa, 7 Juli 2026 / 22 Muharam 1448 10:00
Ratusan Ribu Pelayat Penuhi Teheran dalam Prosesi Pemakaman Akbar Khamenei
Iran menggelar upacara pemakaman terbesar hingga saat ini untuk Ayatollah Khamenei di Teheran. [Getty]

TEHERAN (Arrahmah.id) - Ratusan ribu warga memadati jalan-jalan utama di Teheran, Iran, pada Senin (6/7/2026), untuk mengikuti prosesi pemakaman pusat mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pihak berwenang menyebut kehadiran massa ini sebagai salah satu pertemuan publik terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Prosesi utama ini berlangsung setelah dua hari masa berkabung publik di Imam Khomeini Mosalla. Rombongan pembawa jenazah dijadwalkan menempuh perjalanan sekitar 18 kilometer melintasi ibu kota, mulai dari Jalan Damavand di timur, melalui Alun-alun Imam Hussein dan Alun-alun Revolusi, hingga berakhir di Alun-alun Azadi di sisi barat Teheran. Diperkirakan perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 12 jam akibat padatnya massa pelayat.

Tayangan televisi pemerintah menunjukkan hamparan luas pelayat yang memenuhi rute saat truk pembawa peti jenazah Khamenei beserta empat anggota keluarganya bergerak perlahan. Untuk mengantisipasi cuaca panas musim panas yang menyengat, mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprotkan air ke arah kerumunan.

Dalam prosesi tersebut, para pelayat meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat dan anti-'Israel'. Banyak peserta membawa bendera Iran, potret Khamenei, serta spanduk yang menuntut pembalasan atas pembunuhannya yang terjadi di awal perang antara Iran dengan aliansi AS-'Israel' awal tahun ini. Sejumlah demonstran tampak membakar bendera AS, Inggris, dan 'Israel', sementara beberapa orang lainnya terlihat melemparkan batu ke papan reklame yang bergambar Presiden AS Donald Trump.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa pemakaman ini bukan sekadar perpisahan bagi mendiang pemimpin mereka, melainkan sebuah janji untuk melanjutkan perjuangannya. "Dunia telah menyaksikan partisipasi publik yang sangat besar ini," ujar Pezeshkian kepada televisi pemerintah.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa selama dua hari masa berkabung sebelumnya, tidak ada laporan kematian atau cedera serius meskipun massa sangat besar. Mohammad Esmail Tavakkoli, ketua komite darurat medis, menyatakan bahwa lebih dari 2.500 personel medis telah dikerahkan dan telah memberikan layanan kepada hampir 16.000 peserta.

Sesuai dengan agenda yang direncanakan, jenazah Ayatullah Khamenei nantinya akan dibawa ke kota suci Qom, sebelum melanjutkan perjalanan ke Irak untuk prosesi di kota Najaf dan Karbala. Pemakaman akhir akan dilakukan di tempat suci Imam Reza di Mashhad, Iran.

Upacara pemakaman ini dipandang sebagai bentuk duka cita nasional sekaligus unjuk kekuatan pengaruh politik dan agama Iran pasca gencatan senjata rapuh yang mengakhiri perang dengan 'Israel' dan AS bulan lalu. Pejabat Iran menegaskan bahwa rangkaian upacara ini merupakan demonstrasi persatuan nasional dan ketahanan negara di tengah tekanan eksternal. (zarahamala/arrahmah.id)