Memuat...

Mossad Gagal Total dalam Operasi Rahasia di Gaza Sebelum 7 Oktober

Zarah Amala
Selasa, 7 Juli 2026 / 22 Muharam 1448 10:16
Mossad Gagal Total dalam Operasi Rahasia di Gaza Sebelum 7 Oktober
Seorang pejuang dari Unit Bayangan Qassam. (Foto: via media sosial)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Badan intelijen luar negeri 'Israel', Mossad, dilaporkan telah melancarkan serangkaian operasi rahasia untuk menyusup ke dalam struktur Hamas di Jalur Gaza selama bertahun-tahun sebelum serangan 7 Oktober 2023. Namun, investigasi yang disiarkan oleh Israel’s Channel 12 mengungkapkan bahwa seluruh misi tersebut berakhir dengan kegagalan dan terbongkar.

Laporan tersebut membantah klaim publik Mossad yang selama ini menyatakan bahwa Gaza berada di luar yurisdiksi operasional mereka. Faktanya, agen intelijen tersebut telah menginvestasikan "dana yang sangat besar" untuk mencoba menembus struktur operasional Hamas di dalam Gaza. Meskipun detail teknis operasi tersebut tetap dirahasiakan oleh sensor militer 'Israel', laporan menyatakan bahwa setiap upaya penyusupan akhirnya terdeteksi dan tidak memberikan hasil yang berarti bagi keamanan 'Israel'.

Pasca kegagalan beruntun tersebut, Mossad dilaporkan memutuskan untuk menghentikan keterlibatan langsung dalam berkas Gaza. Setelah serangan 7 Oktober, badan tersebut berargumen bahwa tanggung jawab atas Gaza sepenuhnya berada di tangan badan intelijen domestik 'Israel', Shin Bet. Mossad bahkan mengklaim bahwa Shin Bet sering kali menghalangi mereka untuk beroperasi di wilayah kantong tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah secara resmi ditugaskan untuk mengelola intelijen terkait Gaza.

Namun, pengungkapan baru ini menunjukkan bahwa Mossad sebenarnya memiliki peran yang jauh lebih aktif sebelum akhirnya menarik diri akibat serangkaian kegagalan operasional.

Selain operasi penyusupan yang gagal, laporan ini menyoroti kegagalan intelijen Mossad lainnya, termasuk ketidakmampuan badan tersebut dalam menyadap komunikasi antara pemimpin Hamas di luar negeri dengan pejabat Hizbullah dan Iran. Laporan tersebut juga merujuk pada penilaian internal Mossad yang dibuat sekitar dua minggu sebelum 7 Oktober, yang menyimpulkan secara keliru bahwa Hamas telah terdeteksi dan tertarik untuk mencapai kesepakatan politik dengan 'Israel'.

Berbeda dengan militer 'Israel' dan Shin Bet yang telah menghadapi sorotan publik yang intens, Mossad hingga kini relatif minim menerima pemeriksaan publik terkait kegagalan intelijen 7 Oktober. Channel 12 menegaskan bahwa temuan ini menggarisbawahi urgensi pembentukan komisi penyelidikan negara formal untuk menguji tanggung jawab seluruh cabang badan keamanan 'Israel'.

Di tengah tekanan yang terus meningkat untuk penyelidikan komprehensif atas kegagalan pengambilan keputusan di tingkat militer, intelijen, dan politik, peran Mossad dalam arena Gaza, dan pengakuan atas kegagalan operasionalnya sebelum 7 Oktober, kini menjadi sorotan utama dalam debat publik di 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)