Memuat...

Respons Konflik Timur Tengah, PBNU Instruksikan Warga NU Baca Qunut Nazilah di Salat Fardu

Ameera
Senin, 2 Maret 2026 / 13 Ramadan 1447 20:52
Respons Konflik Timur Tengah, PBNU Instruksikan Warga NU Baca Qunut Nazilah di Salat Fardu
Respons Konflik Timur Tengah, PBNU Instruksikan Warga NU Baca Qunut Nazilah di Salat Fardu

JAKARTA (Arrahmah.id) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh pengurus dan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk melaksanakan pembacaan Qunut Nazilah dalam setiap salat fardu.

Seruan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Instruksi itu tertuang dalam Surat Nomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 tertanggal 11 Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 1 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut setelah agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Berdasarkan keterangan yang dimuat di laman resmi NU, surat tersebut ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), pengasuh pondok pesantren di lingkungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), serta para takmir masjid dan musala di lingkungan NU.

Dalam keterangannya, PBNU menginstruksikan agar Qunut Nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap salat fardu, termasuk Salat Jumat.

Selain itu, PBNU juga menetapkan ketentuan teknis pelaksanaannya agar dapat dilaksanakan secara seragam di berbagai daerah.

Dalam instruksi tersebut dijelaskan bahwa Qunut Nazilah tidak didahului oleh doa qunut yang biasa dibaca pada Salat Subuh.

Namun khusus untuk Salat Subuh, Qunut Nazilah dibaca setelah doa qunut Subuh.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk kepedulian umat Islam Indonesia terhadap situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Melalui Qunut Nazilah, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak konflik serta menghadirkan perdamaian dan keadilan di kawasan tersebut.

Surat instruksi tersebut ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf.

PBNU berharap masjid, musala, dan pesantren di bawah naungan NU dapat melaksanakan pembacaan Qunut Nazilah secara serentak sebagai bentuk respons spiritual terhadap situasi global yang dinilai memprihatinkan.

Selain sebagai doa bersama, instruksi tersebut juga menjadi pengingat bahwa solidaritas umat tidak hanya diwujudkan melalui sikap politik dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui kekuatan doa yang dipanjatkan secara berjamaah.

(ameera/arrahmah.id)