MADINAH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi mengumumkan penemuan prasasti batu yang memuat nama Khalifah kedua Islam, Umar bin Khattab, dalam survei arkeologi besar-besaran di wilayah Al-Mahd, Provinsi Madinah (13/6/2026). Temuan yang diumumkan Komisi Warisan Budaya Saudi (Saudi Heritage Commission) itu dinilai sebagai salah satu penemuan arkeologi Islam awal paling penting dalam beberapa tahun terakhir karena memberikan petunjuk baru mengenai perkembangan peradaban Islam pada masa-masa awal setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Prasasti tersebut ditemukan dalam dua musim survei arkeologi yang dilakukan di Al-Mahd, sebuah kawasan bersejarah di Madinah yang sejak lama dikenal memiliki banyak situs peninggalan kuno. Selain prasasti yang memuat nama Umar bin Khattab, tim peneliti juga mendokumentasikan total 1.774 temuan arkeologi lainnya yang terdiri atas gambar cadas, prasasti Islam, prasasti Tsamud kuno, sumur, bangunan batu, jalur kafilah, hingga struktur arsitektur bersejarah yang sebelumnya belum tercatat.
Menurut data Komisi Warisan Budaya Saudi, survei tersebut berhasil mengidentifikasi sedikitnya 173 situs arkeologi baru yang selama ini belum terdokumentasi. Di antara temuan paling menonjol adalah sejumlah ukiran batu yang memuat nama Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad SAW yang memimpin Kekhalifahan Islam pada periode 634–644 M dan dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Islam.
Salah satu prasasti yang ditemukan memuat doa dan penyebutan nama Umar bin Khattab dalam aksara Arab kuno. Para peneliti menilai tulisan tersebut berasal dari periode Islam awal dan berpotensi membantu para sejarawan memahami penyebaran bahasa Arab, tradisi penulisan, serta kehidupan masyarakat Muslim pada abad pertama Hijriah.
“Temuan ini merupakan tambahan penting bagi catatan warisan Islam awal dan menunjukkan kekayaan sejarah yang dimiliki kawasan Al-Mahd,” kata Komisi Warisan Budaya Arab Saudi dalam pernyataan resminya.
Media-media regional seperti Daily Sabah, TRT World, dan Khaleej Times melaporkan bahwa penemuan tersebut membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai jaringan pemukiman, rute perdagangan, serta perkembangan masyarakat Muslim pada masa awal kekhalifahan. Para ahli juga menilai prasasti-prasasti semacam ini memiliki nilai historis tinggi karena merupakan sumber primer yang dibuat pada masa yang relatif dekat dengan periode para sahabat Nabi.
Penemuan terbaru ini sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi sebagai salah satu pusat penelitian arkeologi Islam dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan tersebut semakin aktif melakukan survei dan ekskavasi untuk mendokumentasikan situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan lahir dan berkembangnya peradaban Islam. Sebelumnya, sejumlah prasasti dari abad pertama Hijriah yang berkaitan dengan masa Khalifah Umar bin Khattab dan Khalifah Utsman bin Affan juga pernah ditemukan di berbagai wilayah kerajaan.
Para peneliti berharap kajian lanjutan terhadap prasasti tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kehidupan sosial, keagamaan, dan politik pada masa awal Islam. Temuan ini tidak hanya penting bagi Arab Saudi, tetapi juga bagi dunia Islam secara keseluruhan karena menjadi bukti material yang memperkaya pemahaman mengenai sejarah generasi pertama umat Islam. (hanoum/arrahmah.id)
