TEHERAN (Arrahmah.id) - Serangkaian serangan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah Iran menewaskan 18 orang dan melukai 108 lainnya. Data tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Iran Mohammad Reza Zafarghandi pada Rabu (2/9/2026).
“Akibat serangan tadi malam di berbagai provinsi di negara ini, 18 orang tewas dan 108 warga kami terluka,” kata Zafarghandi, sebagaimana dikutip televisi pemerintah Iran, IRIB.
Serangan AS dilaporkan menyasar sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Hormozgan dan Sistan-Balochestan di Iran bagian selatan. Korban juga dilaporkan berasal dari sejumlah daerah lainnya.
IRGC menyatakan empat anggota Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam tewas dalam serangan di Provinsi Kermanshah. Media Iran juga melaporkan adanya korban di Provinsi Khuzestan dan dari kalangan anggota Basij.
Salah satu insiden yang mendapat perhatian terjadi di Sirik, Provinsi Hormozgan, ketika sebuah bangunan tempat tinggal yang digunakan untuk menggelar pesta pernikahan terkena serangan AS.
Otoritas Iran menyebut sekitar 70 orang menjadi korban dalam insiden tersebut, baik tewas maupun terluka. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak. Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Iran di Hormozgan melaporkan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan tersebut.
IRGC mengatakan bangunan yang diserang merupakan lokasi pasangan Muslim Sunni merayakan pernikahan mereka.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan tersebut dan menuduh AS melanggar hukum internasional karena menyerang warga sipil. Teheran menyatakan akan terus mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan wilayahnya.
Serangan AS juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur sipil. Kementerian Energi Iran mengatakan sejumlah titik jaringan listrik di Hormozgan menjadi sasaran sehingga menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya menyatakan pasukannya telah menyelesaikan gelombang serangan terhadap target militer Iran. Washington mengatakan serangan tersebut dilakukan menyusul dugaan serangan IRGC terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan personel militer AS.
Iran kemudian melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap fasilitas militer AS di kawasan.
IRGC mengklaim menyerang fasilitas Korps Marinir AS di Yordania serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Iran juga melaporkan serangan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain dan Uni Emirat Arab.
Menurut militer Iran, serangan tersebut menyasar instalasi radar dan posisi pasukan AS. Teheran juga memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas militernya digunakan untuk mendukung operasi AS terhadap Iran.
Iran memperingatkan bahwa negara yang membantu operasi militer AS akan menghadapi konsekuensi serius dan menyatakan serangan AS berikutnya dapat memicu respons Iran yang lebih luas.
Pertukaran serangan tersebut terjadi setelah jeda sekitar satu bulan dalam konflik AS-Iran. CENTCOM menyebut serangan terbaru sebagai operasi terhadap target militer Iran, sementara Iran menyatakan serangan AS juga menghantam fasilitas sipil dan menimbulkan korban warga. (zarahamala/arrahmah.id)
