DAMASKUS (Arrahmah.id) — Otoritas Suriah pada Kamis (4/9/2026) menyatakan seorang pria yang tengah diburu karena diduga terkait dengan mantan perwira dari era rezim Presiden Suriah yang digulingkan, Bashar al-Assad, tewas setelah melakukan “bunuh diri” ketika hendak ditangkap di sekitar Damaskus.
Dilansir dari kantor berita resmi Suriah, SANA, pasukan keamanan internal di wilayah pedesaan Damaskus menggagalkan upaya pelarian Alaa Zahruddin, yang dituduh memimpin sebuah kelompok bersenjata dan terlibat dalam sejumlah kejahatan terhadap warga sipil.
SANA melaporkan bahwa Zahruddin berhasil dihentikan dalam sebuah “operasi keamanan yang presisi” di sebuah pos pemeriksaan. Namun, ketika petugas hendak menangkapnya, ia disebut menarik senjatanya dan menembak dirinya sendiri hingga tewas karena takut ditangkap.
Sementara itu, orang yang berada bersamanya di dalam kendaraan berhasil diamankan oleh aparat.
Menurut otoritas Suriah, Zahruddin merupakan salah satu “tangan utama” Giyath Dala, mantan perwira yang memimpin kelompok-kelompok bersenjata pro-Bashar al-Assad di wilayah pesisir Suriah setelah jatuhnya rezim tersebut pada Desember 2024.
Giyath Dala sebelumnya mengumumkan pembentukan “Dewan Militer untuk Pembebasan Suriah” yang menentang pemerintahan baru di wilayah pesisir Suriah pada Maret 2025.
Pemerintah Suriah menuduh para pendukung Assad memicu kekerasan dengan menyerang pasukan keamanan. Kelompok-kelompok yang terkait dengan mantan rezim tersebut juga menjadi sasaran operasi keamanan pemerintah baru.
SANA menyebut penangkapan terhadap Zahruddin merupakan bagian dari “upaya keamanan untuk memburu para pelaku kejahatan dan orang-orang yang berada di luar hukum”.
Operasi tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah aparat menyatakan telah menewaskan Firas Abdul Karim Hammoud, yang disebut sebagai orang yang menggantikan Giyath Dala dalam memimpin kelompok-kelompok bersenjata yang aktif di wilayah pesisir.
Otoritas Suriah sebelumnya mengumumkan bahwa Hammoud tewas pada Ahad lalu dalam bentrokan bersenjata ketika aparat berupaya menangkapnya di pedesaan Tartus. Ia dituduh terlibat dalam “operasi pemberontakan bersenjata” yang menyebabkan sejumlah anggota pasukan keamanan tewas.
Sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintah Suriah yang baru telah menangkap puluhan mantan pejabat keamanan dan aparat yang terkait dengan rezim sebelumnya.
Proses persidangan terhadap sejumlah mantan pejabat keamanan tersebut mulai berlangsung pada April lalu sebagai bagian dari upaya pemerintah baru untuk menindak orang-orang yang dituduh terlibat dalam kejahatan dan kekerasan pada era pemerintahan Assad.
(Samirmusa/arrahmah.id)
