NABLUS (Arrahmah.id) - Tiga warga Palestina terluka setelah pemukim 'Israel' menyerang petani Palestina yang tengah memanen zaitun di sejumlah wilayah di Provinsi Nablus, Tepi Barat yang diduduki, Jumat (2/10/2026).
Menurut kantor berita Palestina Wafa, serangan terjadi di Beita, Urif, Jamma'in, Awarta, Asira al-Qibliya, Beit Furik, dan Deir Sharaf. Sumber keamanan Palestina mengatakan pemukim menyerang para petani, sementara pasukan 'Israel' berada di lokasi.
Satu warga Palestina terluka dalam serangan di Beita, sebelah selatan Nablus. Di Deir Sharaf, seorang pria dan istrinya dipukuli hingga mengalami luka dan memar.
Di kawasan Jabal al-Arma dekat Beita, pemukim juga menyerang petani yang sedang memanen zaitun dan melepaskan tembakan dengan peluru tajam ke arah mereka. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Wafa juga melaporkan pasukan 'Israel' menembakkan granat kejut dan gas air mata ke arah petani Palestina serta aktivis asing yang mendampingi mereka saat panen.
Insiden itu terjadi ketika musim panen zaitun tahunan dimulai. Akses petani Palestina ke lahan pertanian di sejumlah wilayah Tepi Barat berbeda-beda. Sebagian dilarang memasuki kebun mereka, sementara di wilayah lain mereka harus memperoleh izin dari Administrasi Sipil 'Israel'.
Sehari sebelumnya, pemukim 'Israel' juga dilaporkan merusak pohon zaitun dan mengambil hasil panen milik warga Palestina di desa Al-Mughayyir. Menurut laporan media 'Israel' yang dikutip Arab News, tentara 'Israel' berada di lokasi ketika aksi tersebut berlangsung.
Serangan terbaru itu terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim di Tepi Barat. Data PBB yang dikutip Wafa menunjukkan serangan pemukim pada 2026 telah berdampak terhadap 275 komunitas Palestina, hampir menyamai 279 komunitas yang terdampak sepanjang 2025. OCHA sebelumnya juga mendokumentasikan lebih dari 1.430 insiden kekerasan pemukim hingga Agustus 2026. (zarahamala/arrahmah.id)
