ANKARA (Arrahmah.id) – Turki resmi memulai produksi massal tank tempur terbaru Altay di pabrik BMC yang berlokasi di Ankara, menandai tonggak penting dalam ambisi kemandirian negara itu di sektor pertahanan.
Mengutip Anadolu Agency, Altay dilengkapi mesin BATU buatan dalam negeri yang dikembangkan oleh BMC Power, anak perusahaan BMC.
Pabrik di Ankara menggunakan teknologi produksi generasi terbaru, mulai dari perakitan rangka hingga jalur akhir, dengan bantuan robot industri.
Ketua BMC, Fuat Tosyali, menyebut keberhasilan ini sebagai terwujudnya mimpi seabad Turki untuk memiliki tank tempur utama buatan sendiri.
“Mesin militer dalam negeri telah dikembangkan sejak tahun lalu dengan daya antara 400 hingga 1.500 tenaga kuda. Pabrik kami kini memulai produksi massal, baru setahun setelah fondasinya diletakkan. Kami berharap dapat memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Turki sekaligus pasar negara-negara sekutu,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).
Tosyali menegaskan bahwa kelompok tenaga BATU masih harus melalui serangkaian uji coba, termasuk uji jalan sejauh 10 ribu kilometer dan tes performa menyeluruh.
Hingga kini, tidak ada hambatan berarti dalam program tersebut. Selain Altay, BMC juga akan memproduksi kendaraan tempur lapis baja generasi baru roda delapan, Altug.
Presiden Lembaga Industri Pertahanan Turki (SSB), Haluk Gorgu, menambahkan bahwa lembaganya memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, disebut turut memantau langsung perkembangan investasi.
“Tank yang kami berikan untuk uji coba tahun lalu telah lulus dengan sukses. Kini, dengan pabrik yang sudah siap, kami akan memproduksi Altay dan menyerahkannya kepada pasukan kami,” tegas Gorgu.
Langkah ini menegaskan komitmen Turki untuk mengurangi ketergantungan pada impor alat tempur asing sekaligus memperkuat posisi negara itu di industri pertahanan global.
(ameera/arrahmah.id)
